Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
UPTD PPA Sumsel Beri Pendampingan Bocah Penjual Piscok Disuruh Onani
Dedek menemui pihak keluarga untuk meminta maaf (Dok: istimewa)
  • Kepala UPTD PPA Sumsel, Alkala, menyayangkan pelecehan terhadap bocah penjual pisang coklat di Palembang.
  • Terduga pelaku mengklarifikasi tindakannya sebagai bercanda, namun Alkala menilai hal tersebut tidak pantas dilakukan terhadap anak-anak.
  • UPTD PPPA Sumsel akan mengerahkan psikolog untuk mendampingi korban pelecehan agar kondisi psikisnya tetap terjaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Sumsel, Alkala, menyayangkan kejadian pelecehan yang menimpa bocah penjual pisang coklat (Piscok) di Palembang.

Peristiwa memilukan tersebut dinilai akan memengaruhi psikis korban, terlebih dirinya masih berusia di bawah umur.

"Kita sangat menyayangkan kejadian ini. Terlebih ada iming-iming akan diberikan duit Rp50.000 untuk melakukan onani. Kejadian ini tentu membuat malu (korban)," ungkap Alkala, Jumat (1/3/2024).

1. Tindakan pelaku dinilai tak bermoral

Dedek menemui pihak keluarga untuk meminta maaf (Dok: istimewa)

Terduga pelaku beberapa kali terlihat mengklarifikasi dengan mendekati keluarga korban. Dirinya mengaku melakukan tindakan tersebut dengan tujuan bercanda. Namun Alkala menanggap hal itu tak seharusnya dilakukan terhadap anak-anak.

"Tindakan tersebut sudah melanggar norma agama dan etika lingkungan serta tidak mendidik, terlebih dilakukan terhadap anak-anak," jelas dia.

2. Turunkan tim psikolog dampingi korban

Untuk membantu korban, UPTD PPPA Sumsel akan mengerahkan psikolog untuk mendampingi korban DK. Hal ini dinilai diperlukan untuk menjaga kondisi psikis anak setelah videonya beredar di mana-mana.

"Insya Allah kami akan memberikan pendampingan," jelas dia.

3. Serahkan kasus hukum ke APH

Ilustrasi pelecehan seksual terhadap anak (IDN Times)

Terkait kasus pelecehan terhadap anak-anak, dirinya pun berharap kasus serupa tak akan lagi terjadi dimassa mendatang.

"Untuk aksi yang dilakukan oleh pelaku kami serahkan sepenuhnya kepada Aparat Penegak Hukum (APH)," tutup dia.

Editorial Team

Related Article