Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tim Forensik Palembang Temukan Hantaman Benda Tumpul di Kepala Korban
Foto korban Anton semasa hidup (Dok: istimewa)
  • Dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, Mansuri, mengungkapkan hasil pemeriksaan jasad korban pembunuhan di ruko Maskarebet.
  • Luka akibat benda tumpul di kepala, luka di sendi dan bekas jeratan di leher ditemukan dalam pemeriksaan.
  • Korban diduga mati karena hantaman benda tumpul di kepala, tim forensik memeriksa jenazah selama 4 jam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang, Mansuri, mengungkapkan fakta baru mengenai hasil pemeriksaan jasad korban pembunuhan di sebuah ruko kawasan Maskarebet, Palembang.

Dari hasil pemeriksaan luar dan dalam jenazah, tim forensik menemukan luka akibat benda tumpul di bagian kepala korban.

"Dari hasil pemeriksaan (Autopsi), kami menemukan bekas luka bekas senjata benda tumpul terutama di kepala," ungkap Mansuri, Kamis (27/6/2024).

1. Tim forensik masih analisis bekas jeratan di leher

TKP pembunuhan di Palembang (Dok: istimewa)

Mansuri menambahkan, pihaknya juga menemukan luka di bagian sendi korban dan luka bekas jeratan di bagian leher. Hanya saja pihaknya masih mendalami bekas luka tersebut.

"Ada bekas jeratan di leher tapi masih harus dianalisis lebih lanjut untuk memastikannya," jelas dia.

2. Penyebab utama kematian hantaman benda tumpul

TKP pembunuhan di Palembang (Dok: istimewa)

Melihat luka di jasad, pihaknya menduga kuat korban mati karena hantaman benda tumpul di kepala. Pada pemeriksaan tersebut tim forensik memeriksa jenazah selama empat jam.

"Kalau dilihat dari kondisinya, diduga kuat berasal dari hantaman benda tumpul di bagian kepala," jelas dia.

3. Bekas pasir dan beton di tubuh korban

Ilustrasi TKP. (IDN Times/Aditya Pratama)

Menurutnya, tubuh korban banyak terdapat pasir akibat dikubur oleh para pelaku. Juga terdapat terdapat sisa-sisa beton di tubuh korban sehingga tim forensik memerlukan waktu untuk memeriksa jenazah.

"Dalam pemeriksaan tim harus membersihkan terlebih dahulu jenazah korban sebelum memulai pemeriksaan," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article