Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sambil Tunjuk Terdakwa Prada DP, Suhartini: Kalau Bisa Dibalas nyawa

Kota Palembang
Sambil Tunjuk Terdakwa Prada DP, Suhartini: Kalau Bisa Dibalas nyawa
IDN Times/Rangga Erfizal
Share Article

Palembang, IDN Times - Ibu kandung korban Vera Oktaria, Suhartini, tak mampu menahan air mata yang jatuh di pipinya, sesaat Majelis hakim, Letkol Sihakam M Khazim bertanya tentang kematian anaknya, pada sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Kamis (1/8).

"Bagaimana perasaan ibu mengetahui Vera meninggal," ujar Sihakam.

Suhartini yang mendapat pertanyaan langsung menangis dan kembali sedih membayangkan anak bungsungnya tersebut. Dia bercerita, tidak sanggup melihat jasad terakhir anaknya lantataran tidak tega mengetahui anaknya meninggal secara tragis.

"Hancur pak hatiku sakit memikirkan Vera," ujar Suhartini dalam sidang.

  1. 1. Bantah anaknya hamil

    IDN Times/Rangga Erfizal
    IDN Times/Rangga Erfizal

    Menurut Suhartini, anaknya tidak hamil seperti yang dibacakan dalam dakwaan, yang didapat dari hasil pemeriksaan tersangka. Hal itu dibantahnya di muka sidang. Anaknya selalu bercerita tentang keluh kesah dan setiap masalah kepada Suhartini.

    "Tidak ada anakku hamil. Dia tidak cerita kalau hamil. Dia tidak pernah dekat dengan cowok lain selain terdakwa. Besar harapan saya dengan Vera, apa lagi dia anak bungsu. Saya pikir cuma pacaran biasa aja, namanya cinta masa sekolah tidak berpikiran serius," jelas dia.

  2. 2. Pernah ancam akan bunuh jika diputuskan

    IDN Times/Rangga Erfizal
    IDN Times/Rangga Erfizal

    Sifat pencemburu Prada Deri diketahui oleh Suhartini, saat Vera menceritakan semuanya beberapa hari sebelum korban menghilang. Menurutnya, Vera sempat merasa takut, kalau terdakwa tiba-tiba muncul, menghadang bahkan berbuat lebih.

    Dari cerita Vera, dirinya takut kalau tempat kerjanya di datangi terdakwa sehingga membuat dirinya ketakutan untuk berangkat bekerja. Suhartini bahkan pernah menawarkan untuk menunggui korban kerja.

    "Dia bilang takut kalau terdakwa datang dan mengacak-ngacak tempat Vera bekerja, atau menghadangnya di jalan. Kalau kau mutusi aku, dak lamo hidup kau. Cemburuan dio nih," ujar Suhartini sambil menunjuk terdakwa.

  3. 3. Sempat larang korban bekerja

    IDN Times/Rangga Erfizal
    IDN Times/Rangga Erfizal

    Suhartini meneruskan, ancaman paling nyata pernah diterima keluarganya saat terdakwa Prada Deri menghubungi kakak korban, yang tinggal di Bengkulu. Saat itu, terdakwa Deri meminta keluarga untuk tidak mengizinkan Vera bekerja tanpa alasan jelas. terdakwa menginginkan Vera tinggal saja di rumah.

    "Kakak Vera di Bengkulu ditelepon sama Deri ini. Dia bilang jangan kasih Vera kerja, lalu dijawablah Vera bekerja ini agar melek. Terus Deri juga bilang, kalau dirinya juga akan bikin Vera melek sambil tertawa-tawa," jelas dia.

  4. 4. Sang ibu minta terdakwa dihukum setimpal

    IDN Times/Rangga Erfizal
    IDN Times/Rangga Erfizal

    Terakhir, Suhartini berharap Pengadilan Militer ini dapat memutuskan sebaik-baiknya perkara pembunuhan terhadap anaknya. Dirinya menginginkan jika nyawa dibalas dengan nyawa.

    "Saya gak mungkin lupa sampai kapan pun. Kalau bisa dibalas nyawa, aku ingin hukuman setimpal," tandasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More