Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Puluhan Sekolah di Palembang Terancam Tak Ikut SNBP Masuk Universitas
Plt Kadisdik Sumsel Awalluddin (Dok: Disdik Sumsel)
  • Ratusan siswa SMA Palembang terancam tak dapat mengikuti SNBP karena sekolah belum berhasil mengunggah data ke PDSS.
  • Kadisdik Sumsel menugaskan perwakilan sekolah untuk mencari solusi di Jakarta, setelah pertemuan positif dengan Kemenristek-Dikti.
  • Sekolah yang terkendala dalam pengisian PDSS terus melakukan upaya mendaftar, dan Disdik Sumsel berkomitmen untuk memastikan tidak ada siswa yang dirugikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ratusan siswa sekolah menengah atas (SMA) di Palembang terancam tak dapat mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pasalnya, beberapa sekolah belum berhasil mengunggah data para siswanya ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) karena tingginya lalu lintas sistem.

Berdasarkan data di website SNPMB Kemendikbud ada sekitar 20 SMA di Palembang menghadapi kendala dalam proses SNBP. Hal ini dibenarkan oleh Plt Kadisdik Sumsel, Awaludin.

Untuk itu, menugaskan kepada perwakilan sekolah untuk berangkat ke Jakarta untuk mencari solusi.

"Untuk datanya sedang kami cek. Saya sudah menugaskan kepada kepala sekolah bersama perwakilan dari provinsi lainnya untuk mendatangi Kemenristek-Dikti serta Komisi X DPR RI," ungkap Awal, saat dikonfirmasi Kamis, (6/2/2025).

1. Kementerian janjikan perpanjangan waktu

Mendikti Ristek, Satryo Soemantri Brodjonegoro di acara Semangat Awal Tahun 2025 by IDN Times, Rabu (16/1/2025). (IDN Times/Tata Firza)

Awal menerangkan, permasalahan SNBP ini tidak hanya terjadi di Sumsel melainkan juga terjadi dibeberapa daerah lain. Menurutnya, SNBP saat ini menjadi isu nasional sehingga perlu upaya perhatian semua pihak dan lembaga.

"Hasil pertemuan di Jakarta cukup positif, dimana Kemenritstek-Dikti berjanji memberikan perpanjangan waktu pengisian PDSS bagi sekolah yang belum selesai melakukan pendaftaran," jelas dia.

2. Perpanjangan hanya diberikan untuk sekolah yang sudah mengisi data

siswa bertanya pada guru (unsplash.com/ThisisEngineering)

Menurut Awal, saat ini sekolah yang terkendala dalam pengisian PDSS terus melakukan upaya mendaftar. Mereka telah melakukan pengisian data hingga tahap keempat tinggal finalisasi proses pendaftaran.

"Diharapkan dalam satu hingga dua hari ke depan kebijakan (Perpanjangan) ini bisa diimplementasikan," jelas dia.

Awal menambahkan, saat ini informasi dari panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah mengeluarkan rilis resmi mereka hanya akan membantu sekolah belum melakukan finalisasi bukan sekolah yang belum mengisi data.

"Intinya, hanya sekolah dengan data lengkap namun belum finalisasi yang akan dibantu. Sekolah yang tidak memenuhi ketentuan tidak dapat difasilitasi lebih lanjut," jelas dia.

3. Berharap tidak ada kendala lanjutan

ilustrasi mahasiswa belajar (pexels.com/Jeswin Thomas)

Awal mengatakan, sudah menemui Komisi X DPR Ri untuk menyampaikan keluhan dari sekolah yang ada di Sumsel. Dari pertemuan itu, Disdik Sumsel mendapat respon positif mengenai kebijakan perpanjangan finalisasi data.

"Kami berkomitmen untuk memastikan tidak ada siswa yang dirugikan akibat kendala teknis ini. Pendidikan adalah prioritas utama dan kami akan terus berjuang demi anak Sumsel," jelas dia.

Editorial Team

Related Article