Warung kelontong Yasril yang menjual gas LPG 3 Kilogram (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Syarifudin, salah satu pengecer LPG 3 Kg di Palembang menyebut, biasanya dalam seminggu dia bisa menjual lebih dari 26 tabung gas elpiji ke masyarakat. Namun setelah aturan penyesuaian distribusi subsidi, untuk mendapatkan lima tabung pun cukup sulit. Karena kata dia, agen tak memberikan jatah lebih. Alasannya, karena mereka ikut aturan pemerintah.
"Memang sebelum ini (kebijakan penyesuaian) beli menggunakan KTP kasih lihat (identitas) di agen dan bisa beli puluhan tabung untuk dijual lagi. Tapi sudah ada info (tak lagi jual ke pengecer), untuk bisa dapat tiga sampai lima tabung cukup susah, karena agen gak kasih lagi," jelas dia Senin (3/2/2025).
Kondisi itu, jelas Syarif, cukup memengaruhi pendapatan hariannya, karena konsumen juga banyak mengeluh beli di agen langsung ternyata kosong. Dia menyampaikan, banyak masyarakat tetap beli di pengecer karena lebih mudah didapatkan ketimbang beli di agen. Walau harga lebih tinggi, tapi tak bikin kesusahan.
"Banyak pembeli juga sudah memesan duluan order dari sebelum tabung masuk, jadi kalau sekali dapat (tabung dari agen) langsung habis. Biasanya jual Rp22-24 ribu. Kalau sekarang, jatahnya (elpiji) sedikit," kata Syarif.