Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pria di OKI Ditemukan Tewas Bersimbah Darah Dikeroyok 4 Orang
Jasad Kamiliya saat dibawa ke Puskesmas (Dok. Polsek Pangkalan Lampam)
  • Pembunuhan kembali terjadi di Desa Pulauan Kecamatan Pangkalan Lampam OKI, korban Kamiliya alias Lia (43) ditemukan bersimbah darah oleh warga.
  • Satu dari empat pelaku bernama Embang berhasil ditangkap dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah peristiwa pembunuhan terjadi.
  • Polisi mendapati informasi bahwa pelaku Embang bersembunyi di rumah orang tuanya di desa Rawa Tenam Kecamatan Pangkalan Lampam dan berhasil ditangkap tanpa perlawanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ogan Komering Ilir, IDN Times - Selang sehari dari tragedi pembunuhan seorang nenek di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kini aksi pembunuhan kembali terjadi di Desa Pulauan, Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI. Kamiliya alias Lia (43) meregang nyawa diduga menjadi korban pengeroyokan empat orang pelaku pada Sabtu (8/3/2025) sore.

Jasad korban yang bersimbah darah pun ditemukan oleh warga di semak belukar. Saat itu korban memakai kaos hitam lengan pendek dan celana jeans pendek dengan muka dan tangan yang dipenuhi luka akibat senjata tajam (sajam).

1. Para pelaku datangi rumah korban sambil bawa parang

Ilustrasi TKP. (IDN Times/Aditya Pratama)

Kapolsek Pangkalan Lampam, Iptu Suhendri mengatakan, peristiwa tindak pidana pembunuhan tersebut terjadi saat sore sekitar pukul 15.15 WIB di Dusun II Desa Pulauan.

"Dugaan sementara pelakunya berjumlah empat orang. Kurang dari waktu 24 jam salah satu pelaku bernama Embang berhasil diringkus anggota pada Minggu sekitar pukul 03.00 dinihari," ujarnya Minggu (9/3/2025).

Kapolsek menambahkan, kronologi kejadian bermula saat saksi Rian Saputra (25) dan Meca Natasya (16) bertemu dengan pelaku Embang (40) dan temannya yang berjumlah empat orang.

"Mereka mendatangi rumah korban sambil membawa parang mencari korban akan tetapi korban tidak ada di rumah," ujarnya.

2. Saksi bertemu empat terduga pelaku sebelum pembunuhan

Ilustrasi kasus pembunuhan. (IDN Times/Sukma Shakti)

Selanjutnya empat orang terduga pelaku langsung pergi tinggalkan rumah korban dan mencari korban di tempat lain.

"Saat itu saksi juga keluar rumah untuk mencari korban dan sekitar 15 menit kemudian bertemu lagi dengan keempat orang tersebut berpapasan di jalan," jelasnya.

Pelaku Embang saat itu berbicara jika korban tidak ada ke saksi Rian. Lalu sekitar jarak 50 meter saksi menemukan korban sudah terkapar di tanah dan bersimbah darah membuat heboh warga. Dengan adanya peristiwa tersebut, pihak kepolisian segera mendatangi TKP dan mencari saksi serta barang bukti.

"Korban kemudian dibawa ke puskesmas untuk dilakukan visum dan mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan polisi," ucapnya.

3. 1 pelaku ditangkap, 3 masih buron

Ilustrasi (pexels)

Selanjutnya polisi mendapati informasi jika pelaku Embang bersembunyi di rumah orang tuanya yang berada di desa Rawa Tenam Kecamatan Pangkalan Lampam. Pihaknya berkoordinasi dengan Kades Rawa Tenam untuk melakukan penangkapan. Sementara tiga pelaku lain masih buron.

"Pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolsek Pangkalan Lampam untuk proses sidik lanjut," tegasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article