Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polisi Sebut Pembunuhan Ibu dan Anak di Palembang Bukan Perampokan
Lokasi pembunuhan di kawasan Macan Lindungan Palembang (Dok: istimewa)
  • Kasus tewasnya Warsila (40) dan FA (13) di Palembang merupakan pembunuhan, bukan perampokan.
  • Tidak ditemukan barang berharga milik korban yang hilang di TKP.
  • Suami korban konfirmasi tidak ada barang yang hilang, sedangkan anak laki-lakinya melihat perawakan pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, mengatakan kasus tewasnya Warsila (40) dan FA (13) di kawasan Macan Kumbang, Palembang, merupakan peristiwa pembunuhan. Dirinya membantah informasi mengenai motif perampokan dalam kasus ini.

"Kami simpulkan sementara perampokan tidak terjadi," ungkap Harryo, Senin (15/4/2024).

1. Barang berharga korban aman

Lokasi pembunuhan di kawasan Macan Lindungan Palembang (Dok: istimewa)

Menurut Haryyo, dari hasil pemeriksaan di TKP tak ditemukan barang berharga milik korban yang hilang. Hal tersebut sudah dikonfirmasi kepada suami korban pasca kejadian.

"Hasil konfirmasi kami dengan suami korban, barang-barang berharga milik korban tidak ada yang hilang, masih utuh," jelas dia.

2. Polisi buru identitas pelaku

ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Nathan Manole)

Harryo menerangkan, suami korban sedang berada di bengkel saat kejadian. Ketika itu, hanya ada istri serta ketiga anak korban yakni dua perempuan dan satu laki-laki.

"Anak laki-lakinya sehat, terjadi kontak komunikasi dan melihat perawakan pelaku. Semoga bisa dijadikan petunjuk bagi kami untuk mempersempit ruang lingkup pelaku yang melarikan diri," jelas dia.

3. Motif tunggu hasil penyelidikan

ilustrasi korban (IDN Times/Mardya Shakti)

Harryo menambahkan, pihaknya masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Korban Warsila ditemukan meninggal di garasi rumah sedangkan FA ditemukan di dalam kamar.

"Sedang kita dalami motifnya apa. Apakah ada sakit hati atau yang lainnya. Yang pasti, modus operandinya adalah melakukan penganiayaan yang menyebabkan matinya seseorang," tutup dia.

Editorial Team

Related Article