Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Palembang berencana memungut pajak sepeda, menggunakan sistem stiker atau plat seperti yang pernah dilakukan pada masa kolonial hingga pasca kemerdekaan sekitar tahuan 50-an.
Menanggapi hal itu, sejumlah komunitas di Palembang memberikan ragam tanggapan mengenai penarikan pajak sepeda. Ketua Komunitas Pasific Noris Sriwijaya, Diki menilai, apa yang dilakukan Pemkot Palembang untuk memanfaatkan tren bersepeda oleh masyarakat sangat tidak tepat.
"Pemerintah lucu, nanti bagaimana untuk sistem dan cara penerapanya, masih belum terbayangkan. Tapi kalau memang ada penerapan pajak, oke asal jelas tujuannya. Tapi sebaiknya pemerintah tidak mengambil keputusan sepihak, melainkan mengajak dan merangkul komunitas yang benar-benar gowesser bukan musiman," ujarnya kepada IDN Times, Selasa (21/7/2020).
