Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Olahan Ikan Diharap Masuk Kurikulum Ketahanan Pangan

Olahan Ikan Diharap Masuk Kurikulum Ketahanan Pangan
Bimtek muatan lokal dalam menghadapi perubahan iklim (Dok: ICRAF Indonesia)
Intinya Sih
  • Ikan menjadi bahan pangan utama dalam kurikulum muatan lokal ketahanan pangan di Sumsel.
  • Olahan ikan seperti rusip dan bekasam menjadi kearifan lokal Sumsel yang harus dilestarikan.
  • Kementerian Pendidikan mengeluarkan pembelajaran dengan integrasi terkait perubahan iklim untuk generasi muda 10-20 tahun ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Ikan salah satu bahan pangan akan menjadi bahan olahan makanan dalam kurikulum muatan lokal ketahanan pangan di Sumsel. Sebagai wilayah yang kaya akan ikan sungai, olahan ikan dinilai menjadi penting untuk diajarkan kepada siswa.

"Di Sumsel banyak pengolahan pangan dari ikan seperti rusip dan bekasam yang menjadi kearifan lokal Sumsel," jelas Pemerhati lingkungan di Sumsel, Aries Jumliansyah, Kamis (23/1/2025).

1. Bekasam dan rusip bisa jadi pilihan menu alternatif

Bekasam ikan khas Palembang (YouTube Bucu Dapur)
Bekasam ikan khas Palembang (YouTube Bucu Dapur)

Menurut Aries, ada banyak pasokan ikan sungai habitatnya hidup di bentangan Sungai Musi dan anak sungai, yang bisa dikelola sebagai bahan pembelajaran mulok pangan lokal. Untuk memanfaatkan ikan sungai, harus sejalan dengan bahan pengajaran tentang kelestarian lingkungan.

"Panganan lokal ini harus dilestarikan, mulai dikenalkan juga ke generasi muda, agar tradisi pangan lokal Sumsel tidak punah seiring dengan banyaknya tren western food yang masuk ke Sumsel," jelas dia.

Aries menjelaskan, bekasam dan rusip menjadi olahan ikan yang banyak diproduksi diberbagai wilayah di Sumsel seperti, Pagar Alam, Ogan Komering Ilir (OKI). Ogan Komering Ulu (OKU) dan beberapa daerah lainnya. Pada umumnya penggunaan ikan kecil seperti seluang dan pirik dipilih menjadi olahan panganan lokal tersebut.

"Pangan ini bisa awet hingga berminggu-minggu dan menjadi alternatif pangan jika pangan utama lainnya sulit ditemukan," jelas dia.

2. Kurikulum ketahanan pangan diharap untuk solusi jangka panjang

Bekasam ikan khas Palembang (Dok. Giwang Sumsel)
Bekasam ikan khas Palembang (Dok. Giwang Sumsel)

Unit Pelaksana Tugas (UPT) Balai Penjaminan Mutu Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Arya Ahmad Mangunwibawa mengatakan, kementerian mengeluarkan secara khusus pembelajaran dengan integrasi terkait perubahan iklim.

Muatan lokal ini dinilai menjadi modal edukasi ketahanan pangan untuk generasi muda 10-20 tahun ke depan. "Dokumen yang tidak hanya digunakan dalam proses pembelajaran tapi inisiasi dalam harapannya muncul dalam awareness di jenjang SMA/SMK, solusinya ketahanan pangan yang harus dibangun," jelas dia.

3. Diharapkan kurikulum ini bisa jadi kurikulum tingkat nasional

Ditemukan di Google dari  skolla. online images . app . goo .gl
Ditemukan di Google dari skolla. online images . app . goo .gl

Diharapkan dari kurikulum muatan lokal ketahanan pangan muncul kesadaran untuk menyikapi perubahan iklim. Dirinya sepakat bahwa pengan lokal bisa hadir menjadi solusi ketahanan pangan.

"Tentunya ini jadi inspirasi, kita membuka seluas-luasnya inisiatifnya. Kalau bisa jadi sesuatu yang menarik, bisa dijadikan inspirasi, adaptasi dan replikasi ke tingkat nasional," jelas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More