Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hadapi Ancaman Krisis, Disdik Sumsel Siapkan Kurikulum Ketahanan Pangan

Hadapi Ancaman Krisis, Disdik Sumsel Siapkan Kurikulum Ketahanan Pangan
Plt Kadisdik Sumsel Awalluddin (Dok: Disdik Sumsel)
Intinya Sih
  • Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menambahkan kurikulum muatan lokal (Mulok) Pangan Lokal sebagai tantangan dalam menghadapi perubahan iklim.
  • Kurikulum ini dirancang untuk mengenalkan siswa pada potensi besar pangan lokal di Sumsel dan menjadi ilmu tambahan bagi para siswa.
  • Edukasi pangan lokal menjadi kunci agar masyarakat tetap memiliki akses pangan yang cukup, program uji coba mulai Februari hingga Mei 2025 dengan pelatihan untuk guru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menambahkan materi kurikulum muatan lokal (Mulok) Pangan Lokal sebagai tantangan menghadapi perubahan iklim. Dalam tahap awal uji coba kurikulum tersebut, pemprov akan melakukan uji coba di 34 sekolah dengan rincian 17 SMA dan 17 SMK.

"Kurikulum ini dirancang untuk mengenalkan siswa pada potensi besar pangan lokal di Sumsel. Kami ingin generasi muda memahami, menghargai dan memanfaatkan sumber daya lokal sebagai solusi ketahanan pangan," jelas Kadisdik Sumsel. Awalluddin, Kamis (23/1/2025).

1. Harapkan generasi muda bisa membangun ketahanan pangan berkelanjutan

Presiden Prabowo Subianto Tinjau Area Lumbung Pangan di Merauke (dok. Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto Tinjau Area Lumbung Pangan di Merauke (dok. Sekretariat Presiden)

Awalluddin mengatakan, kurikulum mulok terkait pangan lokal menjadi salah satu langkah dari pemda menjawab tantangan perubahan iklim yang terjadi. Ia berharap, sekolah dapat menerapkan kurikulum ini menjadi suatu ilmu tambahan bagi para siswa.

"Generasi muda kita harapkan menjadi generasi yang mandiri dan siap menghadapi tantangan global. Edukasi menjadi langkah penting untuk membangun ketahanan pangan berkelanjutan," jelas dia.

2. Akan maksimalkan panganan lokal Sumsel

Ilustrasi pendidikan (pexel.com/Yan Krukau)
Ilustrasi pendidikan (pexel.com/Yan Krukau)

Direktur Utama ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata menilai, edukasi pangan lokal menjadi kunci agar masyarakat tetap memiliki akses pangan yang cukup. Menurutnya, panganan lokal di Indonesia khususnya Sumsel sangat beragam bukan hanya beras semata.

"Ada banyak bahan pangan yang bisa menjadi solusi menghadapi krisis dan ini penting untuk disadari oleh generasi muda," jelas dia.

3. Uji coba program tahap awal akan berlangsung sampai Mei 2025

ilustrasi pengajar (pexels.com/August de Richelieu)
ilustrasi pengajar (pexels.com/August de Richelieu)

Andree menyebutkan, program mulok ini merupakan kerja kolaborasi sehingga untuk tahap awal pihaknya akan melakukan uji coba mulai Februari hingga Mei 2025. Tim pengembang telah menyusun modul dan bahan ajar yang disesuiakan dengan materi dan karakteristik wilayah.

"Kita harap kurikulum ini berjalan efektif sebelum diterapkan secara luas. Untuk itu kami melakukan pelatihan memastikan guru memiliki wawasan yang sama agar siswa benar-benar memahami potensi pangan lokal di sekitar mereka," jelas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal

Latest News Sumatera Selatan

See More