Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mengasah Kreativitas Siswa Palembang Lewat Program Animasi di Sekolah

Mengasah Kreativitas Siswa Palembang Lewat Program Animasi di Sekolah
Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)
Intinya Sih
  • Sekolah Al Azhar Cairo Palembang menggunakan tablet sebagai sarana utama pembelajaran sejak 2015
  • Guru Rahmat Prayuda belajar secara mandiri untuk menguasai aplikasi dan teknik animasi digital
  • Ekstrakurikuler animasi di sekolah tersebut memberikan dampak positif bagi siswa, meningkatkan kreativitas dan kemampuan berimajinasi
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Inovasi pendidikan berbasis digital telah menjadi bagian penting dalam proses belajar mengajar di Sekolah Al Azhar Cairo Palembang. Sejak 2015, sekolah ini mulai menggunakan tablet sebagai sarana utama pembelajaran untuk siswa di seluruh mata pelajaran, termasuk seni budaya.

Berbagai aplikasi, teknik animasi, hingga pemrograman dasar diajarkan kepada para siswa agar mereka mampu memahami dunia digital lebih dalam. Pendampingan intensif diberikan kepada siswa untuk menggali potensi dan mengembangkan pengetahuan mereka di bidang digital.

"Pembelajaran animasi digital memberikan dampak positif bagi anak-anak, mendorong mereka lebih berani mengeksplorasi aplikasi, menggambar, dan berimajinasi," ujar Guru Seni Budaya Al Azhar Cairo Palembang, Rahmat Prayuda, kepada IDN Times, Sabtu (26/4/2025).

1. Belajar lagi untuk memahami lebih lanjut tentang pembelajaran digital

Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)
Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)

Rahmat menceritakan, awalnya ia hanya berfokus mengajar seni budaya konvensional. Namun, dengan adanya peralihan ke pembelajaran digital, ia terdorong untuk mengembangkan kompetensi diri hingga memperoleh dua lisensi resmi untuk membimbing siswa lebih jauh dalam dunia digital.

Meski tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang digital, Rahmat belajar secara autodidak untuk menguasai berbagai aplikasi menggambar dan animasi.

"Saya belajar lebih dari satu tahun untuk memahami penggunaan aplikasi dan teknik menggambar. Dari animasi sederhana, saya akhirnya mampu membimbing siswa mengembangkan minat dan bakat mereka," ungkapnya.

2. Pentingnya eksplorasi minat bakat siswa

Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)
Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)

Setelah mengeksplorasi beragam aplikasi, Rahmat mulai mengusulkan pengembangan metode pembelajaran baru untuk mendukung kurikulum digital yang diterapkan di sekolah tersebut. Sebagai pendidik, ia menilai penting untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

"Melalui kegiatan ekstrakurikuler animasi, siswa diajak mengembangkan imajinasi mereka melalui gambar dan cerita yang divisualisasikan menjadi video animasi berdurasi pendek, poster, komik, serta berbagai bentuk karya lainnya," jelasnya.

3. Penguasaan aplikasi dan menggambar jadi poin penting animasi

Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)
Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)

Selama mendampingi siswa dalam pembelajaran animasi, Rahmat mengamati antusiasme tinggi dari peserta didik, terutama dalam kegiatan menggambar secara digital.

"Siswa sangat bersemangat saat memahami materi pembuatan video dan animasi. Untuk dapat menguasai animasi, diperlukan keterampilan mengoperasikan aplikasi sekaligus kemampuan menggambar," tambahnya.

4. Imajinasi penting bagi animasi tingkat lanjut

Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)
Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)

Dengan bekal imajinasi yang kaya, siswa semakin antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran. Rahmat menuturkan, kemampuan berimajinasi menjadi kunci utama dalam menghasilkan karya animasi berkualitas, terutama pada tahap lanjut.

"Tantangan terbesar adalah membantu siswa memahami penggunaan aplikasi dan mendorong mereka mengembangkan imajinasi. Kami memberikan contoh-contoh sederhana agar mereka dapat mengembangkan karyanya secara mandiri. Pada tahap dasar, fokus pembelajaran ada pada penguasaan aplikasi dan teknik menggambar, sedangkan imajinasi menjadi keterampilan utama di tingkat lanjut," tuturnya.

5. Proses menciptakan karya animasi memerlukan ketelitian dan kesabaran

Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)
Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)

Rahmat juga mengakui, dukungan penuh dari pihak sekolah sangat berperan dalam mengembangkan keterampilan siswa dan guru.

"Selama kegiatan tersebut positif, pihak sekolah selalu memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan ekstrakurikuler," ujarnya.

Dalam praktiknya, siswa diminta membuat klip animasi pendek berdurasi satu hingga dua menit. Klip tersebut merupakan hasil gabungan dari beberapa adegan gambar buatan siswa, yang dirangkai menjadi satu cerita sederhana.

"Biasanya kami meminta siswa membuat klip berdurasi 1–2 menit dari hasil karya mereka. Setiap adegan digabungkan. Proses ini cukup memakan waktu, karena animasi manual memang memerlukan ketelitian dan kesabaran," paparnya.

6. Proses pembuatan animasi memerlukan tim

Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)
Pembelajaran ekstra kulikuler animasi yang dilakukan di SD Al Azhar Cairo Palembang (Dok: Rahmat Prayuda)

Meski berupa animasi sederhana, proses tersebut mengajarkan siswa mengenai pentingnya kerja keras, perencanaan, serta kerja sama tim. Ia berharap keterampilan ini tidak hanya mengasah kreativitas, tetapi juga membentuk karakter siswa dalam menghadapi tantangan di era digital.

"Membuat satu adegan animasi saja membutuhkan waktu yang panjang. Jika ingin menghasilkan film atau klip yang utuh, sebenarnya dibutuhkan banyak animator, bukan hanya satu orang. Oleh karena itu, kerja sama tim menjadi hal yang sangat penting," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Rangga Erfizal
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More