Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

KPU Palembang Ungkap 3 Sebab Minat Pemilih Pilkada 2024 Cuma 64 Persen

KPU Palembang Ungkap 3 Sebab Minat Pemilih Pilkada 2024 Cuma 64 Persen
Ilustrasi Pilkada. (IDN Times)
Intinya Sih
  • Partisipasi pemilih Pilkada Palembang 2024 turun signifikan dibanding Pilpres 2024
  • Hanya 64% dari DPT yang mencoblos, dengan 758.086 suara tidak sah dan 37.278 suara tidak melakukan pencoblosan
  • Faktor penyebab penurunan partisipasi termasuk data DPT meninggal, masyarakat pindah rumah tanpa mengurus administrasi, dan lokasi pencoblosan tidak sesuai domisili
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Palembang Syawaludin mengungkap tingkat partisipan pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menurun signifikan dibandingkan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Penurunan itu terjadi akibat tiga faktor penyebab, termasuk catatan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dinyatakan sudah meninggal dunia.

"Persentase pemilih Pilkada Palembang hanya 64 persen, sementara saat Pilpres dan Pileg mencapai 76 persen," kata dia, Kamis (5/12/2024).

1. Total DPT Palembang berjumlah 1,2 juta jiwa

Ketua KPU Palembang Syawaludin (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ketua KPU Palembang Syawaludin (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Syawaludin menjelaskan, hanya 795.364 hak suara yang tersalurkan saat Pilkada 2024, dari jumlah DPT di Palembang yang tercatat berjumlah 1,2 juta jiwa hanya ada. Sementara 758.086 suara lainnya ditetapkan sebagai suara tidak sah dan sisa 37.278 suara tidak melakukan pencoblosan.

"Ada sejumlah faktor penyebab menurunnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak pilih, bukan karena tidak berminat untuk memilih calon kepala daerah terbaik," jelasnya.

2. Mayoritas DPT Palembang meninggal dunia

Ilustrasi Pilkada 2024. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi Pilkada 2024. (Dok. IDN Times)

Faktor partisipan menurun kata dia disebabkan karena data DPT sudah banyak yang meninggal dunia, kemudian banyak masyarakat yang sudah pindah rumah namun belum mengurus administrasi, dan terakhir lokasi pencoblosan tidak sesuai dengan kartu identitas domisili DPT.

"Kita lihat ini menurunnya partisipasi masyarakat, mayoritas warga meninggal dan warga tidak sesuai domisilinya dengan alamat KTP," kata dia.

3. KPU Palembang harap pelaksanaan penyaluran hak suara bisa libur lebih dari satu hari

Anggota KPU Kota Palembang Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Sri Maryati dan Ketua KPU Palembang Syawaluddin (IDN Times/Rangga Erfizal)
Anggota KPU Kota Palembang Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Sri Maryati dan Ketua KPU Palembang Syawaluddin (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pihak KPU Palembang lanjut Syawaludin akan mengevaluasi penurunan partisipan ini kedepan. Mereka berkomitmen untuk lebih mendekatkan diri ke masyarakat dan menyampaikan pentingnya menyalurkan hak suaranya lima tahun mendatang.

Selain itu kata dia, KPU Palembang juga menyarankan kepada pemerintah agar libur dalam rangka pencoblosan bisa diberikan lebih dari satu hari. "Kami juga berharap penyelenggaran pencoblosan kedepan kalau bisa liburnya tidak cuma sehari, karena banyak DPT di luar kota," katanya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More