Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Komentari Hasil LSI, Anita: Survei Tinggi Bisa Kalah di 2018 dan 2008

Komentari Hasil LSI, Anita: Survei Tinggi Bisa Kalah di 2018 dan 2008
Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Anita santai menghadapi hasil survei LSI yang menempatkan rivalnya Herman Deru jauh di atas pesaing lain.
  • Pengalaman Pilkada 2008 dan 2018 menjadi contoh bahwa survei tidak selalu mencerminkan hasil akhir, Anita berusaha meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya.
  • Ada waktu enam bulan untuk persiapan Pilkada, Anita fokus menyampaikan program-program kepada masyarakat dan menjalin komunikasi politik dengan partai-partai untuk meminta dukungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Palembang, IDN Times - Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Sumsel, RA Anita Noeringhati, menanggapi santai hasil survei yang dikeluarkan Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengenai bakal calon Gubernur 2024-2029.

Nama rivalnya Herman Deru mengungguli jauh Mawardi Yahya, baik secara individu maupun ketika disandingkan dengan calon lain.

Anita menilai, hasil survei bukan hasil akhir. Semua masih berproses dengan segala kemungkinan lain mengenai bacakada yang ada.

"Tidak apa-apa, survei itu hak yang meminta survei. Jadi silakan saja, apakah survei itu bisa dijadikan acuan nanti pada pembuktiannya," ungkap Anita, Selasa (28/5/2024).

1. Pemilik survei tertinggi kalah di Pilkada terakhir

Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati (IDN Times/Rangga Erfizal)
Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati (IDN Times/Rangga Erfizal)

Anita menerangkan, Pilkada 2008 dan 2018 menjadi contoh hasil survei berbanding terbalik dengan hasil akhir Pilkada. Pihaknya pun justru akan berupaya untuk menaikan popularitas dan elektabilitas demi memperbaiki hasil survei.

"Karena sudah bisa dibuktikan, survei tinggi pada kenyataannya 2018 dan 2008 dulu seperti apa. Survei inkumben (awalnya) tinggi, tapi (karena) masih ada  waktu ternyata inkumben juga kalah. Kita akan buktikan nanti," ungkap dia.

2. Masih ada waktu 6 bulan untuk paparkan visi dan misi

Mantan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (Kiri) dan Mantan Gubernur Sumsel Herman Deru (Kanan) (Dok: Herman Deru)
Mantan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya (Kiri) dan Mantan Gubernur Sumsel Herman Deru (Kanan) (Dok: Herman Deru)

Anita menyebut masih ada waktu sekitar enam bulan bagi setiap paslon untuk menyiapkan diri menuju Pilkada. Pihaknya akan fokus menyapa masyarakat untuk menyampaikan program-program yang dimiliki. Dirinya bersama Mawardi pun terus menjalin komunikasi politik dengan beragam parpol untuk meminta dukungan.

"Komunikasi terus dilakukan oleh Pak Mawardi, karena kedudukan saya mendampingi dan saya diminta beliau sehingga komunikasi partai kita serahkan ke Pak Mawardi," jelas dia.

3. Anita tak jadikan pasangan lain sebagai rival

Holda (Demokrat) Meli Mustika (PDIP) tengah mendeklarasikan diri maju di Pilgub Sumsel (Dok: istimewa)
Holda (Demokrat) Meli Mustika (PDIP) tengah mendeklarasikan diri maju di Pilgub Sumsel (Dok: istimewa)

Terkait rekannya di legislatif yang juga mencalonkan diri dalam Pilkada Sumsel, yakni Holda-Meli Mustika (Home), Anita menyebut bahwa pesaingnya tersebut bukanlah rival.

"Saya tidak merasa rival (Home), kita mempunyai kepentingan yang sama dan saya percaya ini untuk kepentingan Sumsel," tutup Anita.

Share Article
Topics
Editorial Team
Deryardli Tiarhendi
Rangga Erfizal
Deryardli Tiarhendi
EditorDeryardli Tiarhendi

Latest News Sumatera Selatan

See More