Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemenprin Dorong Daerah Gerakan IKM untuk Pacu Ekonomi
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian  Reni Yanita (Dok: istimewa)

Palembang, IDN Times - Kementerian Perindustrian (Kemenprin) menggelontorkan anggaran dekonsentrasi Rp49,05 miliar untuk meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM). Harapannya, IKM yang mendapat bantuan dan bimbingan tersebut dapat menembus pasar global dan menggerakan ekonomi Indonesia.

"Tahun ini isu resesi, jadi seoptimal mungkin dana dekonsentrasi dapat terserap agar pelaku IKM kita berporduktivitas untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor, serta memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian Indonesia," ungkap Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin, Reni Yanita, Selasa (7/2/2023).

1. Daerah didorong majukan IKM desa

Isliawati (38) fokus mengikuti Bimbingan dan Sertifikasi SKKNI IKM Pakaian Jadi di Surabaya, Senin (4/11). IDN Times/Ardiansyah Fajar

Reni menjelaskan, dana dekonsentrasi itu disalurkan pusat ke daerah melalui Dinas Perindustrian. Dana tersebut difokuskan untuk pelaksanaan tiga aspek utama pemberdayaan IKM.

"Ketiga aspek itu meliputi pembinaan melalui kegiatan One Village (Satu Desa Satu Produk), penanganan kemiskinan ekstrem, dan pendataan Industri Kecil Mengengah (IKM) di setiap provinsi se-Indonesia," jelas dia.

Penyaluran dana dekonsentrasi itu diharapkan bisa maksimal melalui penyerapan anggaran yang tepat guna. Beberapa daerah di Indonesia dinilai masih ada yang lambat dalam merealisasikan dana pusat untuk membantu IKM.

"Kami berharap jangan ada lagi Kepala Dinas yang lambat membuat perencanaan dan laporan pertanggungjawaban seperti tahun kemarin," jelas dia.

2. Daerah diminta bimbing legalisasi IKM

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian  Reni Yanita (Dok: istimewa)

Kemenprin mencatat realisasi anggaran Dirjen IKMA mencapai 98,68 persen pada tahun lalu, dengan realisasi dana dekonsentrasi sebesar 97,97 persen dari total anggaran Rp39,2 miliar. Sumsel dianggap sebagai salah satu provinsi dengan realisasi serapan anggaran yang baik dengan realisasi mencapai 99,61 persen.

"Tahun ini (daerah) harus termotivasi untuk bangkit, yang baik ya dipertahankan. Apa lagi sekarang aturan PPKM COVID-19 sudah dicabut," jelas dia.

Penyaluran program dari Ditjen IKMA dinilai cukup efisien dalam menumbuhkan perekonomian IKM. Sepanjang 2022, tercatat ada 4.579 wirausaha baru (WUB) dengan 2.572 WUB di antaranya telah mendapatkan legalitas usaha sepanjang 2022.

"Banyak hal lainnya, termasuk memfasilitasi pameran bagi 306 pelaku IKM dengan total transaksi selama eksibisi mencapai Rp46,9 miliar. Termasuk di Sumsel ini," beber dia.

3. Modal dari pusat diharapkan dapat dimaksimalkan

Wagub Sumsel Mawardi Yahya (Dok: istimewa)

Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Mawardi Yahya mengatakan, pihaknya mengapresiasi penunjukan Sumsel sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional Pengarahan Pengendalian DIPA Ditjen IKMA 2023 pada 6-9 Februari 2023 di Kota Palembang.

Mawardi berharap para peserta sebagai Kepala Dinas Perindustrian dari 34 Provinsi dapat mencapai target realisasi serapan anggaran dari Ditjen IKMA, demi meningkatkan lagi daya saing produk IKM nasional.

"Jangan sampai nanti dikasih modal tapi tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Khususnya bagi Sumsel tahun lalu, realisasi serapan anggarannya capai 99,61 persen, tahun ini target harus tercapai," tutup dia.

Editorial Team

Related Article