Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kejati Sumsel Telusuri Dugaan Korupsi Program Serasi Kementan
Kejaksaan Tinggi Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Palembang, IDN Times - Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan (Kejati Sumsel) akan mengusut dugaan kasus korupsi dalam program Kementerian Pertanian di bumi Sriwijaya. Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) sedang mempelajari dokumen terkait dugaan korupsi tersebut.

"Saat ini masih dilakukan penyelidikan untuk mengusut dugaan korupsi dari program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi)," ungkap Kepala Seksi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Mohd Radyan, Rabu (29/6/2022).

1. Program Serasi dibuat untuk meningkatkan produktivitas lahan rawa

Program bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang direalisasikan Kementerian Pertanian (Kementan), Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP). (Dok. Kementan)

Menurut Radyan, dugaan kasus korupsi program Kementan dilakukan di Banyuasin pada 2019. Program Serasi ditujukan untuk memanfaatkan rawa pasang surut di Sumsel, kemudian disulap menjadi lahan pertanian yang produktif.

"Masih kita usut untuk dugaan korupsi dalam program ini," ujar dia.

2. Dugaan korupsi sudah masuk penyidikan

Lahan rawa sedang dioptimasi. (Dok. Kementan)

Radyan menjelaskan, program Serasi menggunakan Anggaran Belanja Pendapatan Negara (APBN) 2019. Dana tersebut disalurkan ke Pemerintha Provinsi (Pemprov) Sumsel dan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin.

"Untuk saat ini sudah masuk dalam tahap penyidikan," jelas dia.

3. Kejati fokus ke penyidikan dugaan korupsi

Ilustrasi hukum. (IDN Times/Mardya Shakti)

Sedangkan untuk dugaan kerugian negara, pihaknya masih belum mau membeberkan jumlahnya.

Namun diketahui anggaran Kementan untuk program Serasi mencapai Rp860 miliar dengan target rawa 200.000 hektare (Ha) di 82 desa Banyuasin.

Editorial Team

Related Article