IRT di OKU Timur Ditemukan Tewas Tak Wajar di Kandang Sapi

- Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) ditemukan tewas tergantung di kandang sapi belakang rumahnya.
- Korban murni bunuh diri karena tidak ada bekas penganiayaan, diduga karena masalah keluarga.
- Masyarakat dapat menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri atau puskesmas terdekat jika membutuhkan bantuan.
Ogan Komering Ulu Timur, IDN Times -Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Belitang Madang Raya, Kabupaten OKU Timur berinisial ES (39) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah kandang sapi belakang rumahnya, Rabu (29/1/2025).
Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam posisi tergantung dengan tali terikat pada salah satu kayu di kandang sapi tersebut. Sontak kabar kematian tragis ibu muda ini membuat warga setempat geger dan langsung mengevakuasi jenazah korban.
1. Jasad korban ditemukan terbujur kaku di kandang sapi

Plh Kapolsek Madang Suku I, Iptu A Sugeng Bintoro mengatakan, peristiwa nahas ini terjadi; Rabu (29/1/2025). Saat itu seorang saksi bernama DL (20) berkunjung ke rumah korban.
"Saksi berkali-kali memanggil namun tak ada jawaban. Kemudian saksi tersebut mencari korban ke arah belakang rumah. Lalu saksi kaget saat melihat jasad korban sudah terbujur kaku di kandang," ujarnya, Kamis (30/01/2025).
Saat itu juga saksi langsung berteriak dan minta pertolongan kepada warga sekitar. Kemudian saksi NA (21) memberitahukan kejadian ini kepada perangkat Desa Tugu Mulyo. Mendapat kabar ini, Kades Tugu Mulyo lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Madang Suku I.
"Setelah dapat kabar dari kades, kita bersama anggota langsung datang ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ucap Sugeng.
2. Korban murni meninggal karena bunuh diri

Sesampainya di TKP, anggota Polsek Madang Suku I langsung mengamankan lokasi memasang garis police line dan mengintrogasi para saksi.
Setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan, diketahui korban murni meninggal karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Polisi juga tidak menemukan adanya tanda luka-luka yang disebabkan benda tumpul maupun benda tajam.
"Hasil pemeriksaan, korban murni gantung diri, karena tidak ada bekas penganiayaan," jelasnya.
3. Diduga korban ada masalah keluarga

Menurut keterangan saksi, korban tinggal bersama dua orang anaknya. Suami korban sudah tiga hari pergi ke Jawa. Terkait motif korban sampai nekat mengakhiri hidupnya, japolsek menyebutkan diduga karena ada permasalahan keluarga.
"Menurut cerita saksi, korban sering terlibat cekcok mulut terhadap suaminya. Dugaan kita penyebabnya karena masalah keluarga," terangnya.
Kapolsek menambahkan, setelah dievaluasi, pihak keluarga meminta agar jasad korban tidak dilakukan autopsi. Mereka menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan takdir yang dituangkan dalam surat pernyataan resmi.
"Selanjutnya jenazah korban langsung di makamkan pihak keluarga di TPU Desa Tugu Mulyo, Kecamatan Belitang Madang Raya," ungkapnya.
4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa.
Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000. Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri.
RS jiwa tersebut ialah: RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444
NGO Indonesia pencegahan bunuh diri:Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com
Organisasi INTO THE LIGHT
message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID)
direct message via Twitter: @IntoTheLightID Kementrian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454

















