DPRD Muara Enim: Anak Dibakar Ayah Diobati Meski Tak Ditanggung BPJS

- Kasus ayah bakar putrinya di Muara Enim membuat prihatin banyak pihak.
- BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan korban AR (16) yang mengalami luka akibat disiram pertalite dan dibakar oleh pelaku Alimun Jaya (36).
- Disdik Muara Enim meminta SMPN 3 Lubai Ulu untuk terus perhatikan jenjang karier sekolah AR agar tidak putus asa dan terganggu mentalnya.
Muara Enim, IDN Times - Kasus ayah bakar putrinya di Desa Prabumenang, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim membuat prihatin banyak pihak. Korban AR (16) kini harus menjalani perawatan karena mengalami luka di tubuhnya akibat disiram pertalite dan tak sengaja dibakar oleh pelaku Alimun Jaya (36).
Sayangnya, informasi di lapangan menyebutkan jika pengobatan korban tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Hal ini diungkapkan anggota DPRD Muara Enim dari Dapil IV Muara Enim, Yusuf, saat membesuk korban di RSUD Baturaja, Sabtu (18/1/2025).
1. Akan carikan solusi terbaik agar pengobatan berjalan

Yusuf mengaku dirinya tidak akan tinggal diam akan berupaya membantu semaksimal mungkin untuk perawatan korban hingga sembuh.
"Saya mendapatkan laporan dari keluarga korban bahwa BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan mereka sehingga mereka terpaksa bayar sendiri," ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Yusuf berjanji akan melakukan cross check langsung ke BPJS Kesehatan di Baturaja untuk memastikan informasi tersebut dan mencari tahu dasar hukumnya.
"Jika memang tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan nanti akan dicarikan solusi yang terbaik. Sehingga keluarga korban tidak terlalu terbebani karena perawatan tersebut tentu akan memerlukan biaya yang cukup besar, baik bagi pasien maupun bagi keluarga yang menjaganya," ungkapnya.
2. Korban merupakan siswi berprestasi

Diketahui korban kini tengah mengenyam pendidikan di SMPN 3 Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim, dan termasuk siswi berprestasi.
Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Muara Enim, Suarlan mengaku ikut prihatin atas adanya peristiwa yang menimpa siswa kelas 8 SMPN 3 Kecamatan Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim tersebut.
Terlebih di usia belianya, korban mengalami luka bakar akibat dugaan tindak kekerasan dari orangtuanya dan kini korban tengah dirawat di rumah sakit.
"Disdik Muara Enim meminta pihak SMPN 3 Lubai Ulu untuk terus memperhatikan jenjang karier sekolah AR," ujarnya.
Pihaknya berharap agar sang anak tidak putus asa serta tidak terganggu mentalnya akibat peristiwa ini. Apalagi ia merupakan siswi berprestasi.
“Disdik Muara Enim ikut prihatin dan turut belasungkawa. Diharapkan pihak SMPN 3 Lubai Ulu terus peduli dan memantau terus perkembangannya hingga sang siswi tersebut sampai sembuh,” tegas Suarlan.
3. Aksi pembakaran dipicu uang Rp100 ribu

Diberitakan sebelumnya, Alimun Jaya (36), warga Desa Prabumenang, diduga secara tidak sengaja membakar AR (16), anak kandungnya sendiri.
Akibat peristiwa ini, keduanya mengalami luka bakar dan sang anak harus dirawat di RSUD Baturaja. Sementara sang ayah langsung diamankan pihak kepolisian di Mapolsek Rambang Lubai, Polres Muara Enim, Jumat (17/1/2025).
Aksi pembakaran ini bermula saat Alimun Jaya mendapat informasi dari ibunya (nenek korban) bernama Maryanti bahwa uang sebesar Rp100 ribu hilang. Ia langsung menuduh anaknya sebagai pelaku pencurian.
Namun, saat ditanya, AR menyangkal telah mengambil uang tersebut. Karena kesal, Alimun Jaya sempat memukul korban hingga menangis dan berjalan keluar rumah. Melihat anaknya tetap tidak mengaku, emosi Alimun semakin memuncak dan mengambil botol berisi minyak Pertalite lalu melemparkannya ke arah AR.










![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)






