Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Depok Terkonfirmasi Corona, Dinkes Sumsel Intensifkan Pengawasan

Depok Terkonfirmasi Corona, Dinkes Sumsel Intensifkan Pengawasan
Kantor Dinas Kesehatan Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Share Article

Palembang, IDN Times -Kepala Seksi (Kasi) Survaince Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Yusri menyatakan, pihaknya belum mengetahui secara detail apakah ada warga dari Sumsel  yang ikut di observasi pemerintah di Pulau Sebaru Kecil.

Hingga saat ini, pihaknya masih mencari tahu informasi rombongan ABK yang dievakuasi dari Diamond Princess. "Untuk di Pulau Sebaru kita belum mendapat informasi apakah ada warga Sumsel. Karena kemarin seperti yang di Natuna juga kita dapat informasi saat akan dipulangkan," ujar dia, Senin (2/3).

Karena Presiden RI Joko "Jokowi" Widodo sudah mengumumkan bahwa ada WNI di Depok yang terpapar virus corona, maka Dinkes Sumsel meningkatkan kewaspadaan. Jika sebelumnya hanya mengawasi mereka yang datang dari negara terjangkit, kali ini mereka mulai mengawasi setiap yang datang dari provinsi terjangkit.

"Karena sudah ada kasusnya, maka kita intensifkan pengawasan dan orang-orang yang baru bepergian dari Jakarta. Artinya tidak hanya dari tempat wabah, provinsi tempat saat ini terjangkit juga mulai kita awasi," jelas dia.

1. Sumsel miliki empat rumah sakit rujukan khusus menangani pasien yang terpapar virus corona

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesti (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesti (IDN Times/Rangga Erfizal)

Yusri mengungkapkan, sesuai dari yang ditetapkan pemerintah ada 100 rumah sakit rujukan yang menangani pasien virus corona, ada empat rumah sakit rujukan di daerah Sumsel. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang, Rumah Sakit Umum Lubuk Linggau, Rumah Sakit Umum Kayu Agung dan Rumah Sakit Daerah Kabupaten Lahat.

"Untuk di Palembang saat ini ada dua ruangan yang kita siapkan. Sedangkan di daerah paling tidak ada satu ruangan. Suatu waktu bisa bertambah tergantung kebutuhannya," ungkap dia.

Khusus untuk pasien yang terjangkit virus corona, sambung dia, di RSUP Mohammad Hoesin bisa juga menggunakan ruangan isolasi untuk pengguna TBC jika kosong. Jika tiba-tiba dibutuhkan banyak ruangan, maka bisa di setting untuk penambahan.

"Semau fasilitas kita ada standarnya, punya ruang isolasi tersendiri dari pasien lain, bertekanan udara negatif, yang artinya udara dari luar dan dalam tidak bisa keluar. Ada penjernih ruangan, istilahnya virus bisa di sedot. Ditambah lagi ada alat pelindung diri bagi dokter dan perawat," sambung dia.

2. Dinkes imbau masyarakat Sumsel perhatikan kondisi kesehatan dan memperhatikan tanda-tanda penyakit

Situasi ruang isolasi di RSMH Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi ruang isolasi di RSMH Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara, Kepala Dinkes Sumsel, Lesty Nuraini menuturan, hingga saat ini wilayah Sumsel dalam kondisi aman dari wabah virus corona (Covid 19). Namun, setelah mengetahui ada dua warga Depok yang positif terpapar virus tersebut, pihaknya kembali mengingatkan masyarakat di Sumsel.

"Sumsel belum ada yang terkena virus Corona, yang kita lakukan pemantauan sebelumnya juga dinyatakan negatif," tutur dia.

Lesti mengimbau, masyarakat Sumsel harus lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan memperhatikan tanda-tanda penyakit, seperti demam di atas 38 derajat, batuk dan gangguan pernapasan untuk langsung segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

3. Masyarakat harus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

Ilustrasi situasi di Rumah Sakit Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Ilustrasi situasi di Rumah Sakit Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lesty melanjutkan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harus diterapkan, dengan menjaga kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh dan sering cuci tangan pakai sabun.

"Kalau tubuh kita sehat, penyakit sulit akan datang. Jadi untuk meminimalisir, kita harus terapkan pola hidup PHBS," jelas dia.

4. Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit

Situasi lingkungan di RSMH Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi lingkungan di RSMH Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Kemudian, terang dia, sebisa mungkin masyarakat untuk menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit dengan ciri-ciri batuk, demam dan gangguan pernapasan. Umumnya virus menyebar melalui udara dan kontak langsung.

"Banyak faktor penyebaran virus. Bisa melalui kotoran, air ludah, makanan yang terkontaminasi, lewat mulut. Mata pun bisa kalau kita gak cuci tangan lalu mengucek mata, mulut dan hidung," tandas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sidratul Muntaha
EditorSidratul Muntaha

Latest News Sumatera Selatan

See More

Pelaku Tabrakan Beruntun di Palembang Diduga Eks Napi Korupsi

06 Jun 2026, 18:00 WIBNews