Bahari Sriwijaya Ekakarsa Batal Jadi Sponsor Sriwijaya FC

Palembang, IDN Times - Sriwijaya FC (SFC) sudah menggelar pertandingan perdana Liga 2 musim 2022, Senin (29/8/2022). Namun ternyata sebelum kick off berlangsung, Laskar Wong Kito menerima pembatalan kerja sama dari klub basket asal Sumsel untuk menjadi sponsor.
Rencana kerja sama dibatalkan oleh Bahari Sriwijaya Ekakarsa beberapa hari sebelum laga perdana dimulai atau Jumat (26/8/2022).
1. Pembatalan disampaikan lewat surat terbuka

Presiden Sriwijaya FC, Hendri Zainudin mengatakan, pembatalan kerja sama disampaikan oleh Direktur Utama Bahari Sriwijaya Ekakarsa, Alvin Reynaldi Setiawan, melalui surat terbuka kepada manajemen.
"Surat terbuka dikirim langsung ke SFC," singkatnyat saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (30/8/2022).
2. Sriwijaya FC ajukan kerja sama pada 19 Juni 2022

Pembatalan disampaikan lewat surat terbuka nomor 043/BSE/JKT/BDV/VIII/2022. Dalam surat itu disampaikan tiga alasan Bahari Sriwijaya Ekakarsa batal sebagai sponsor.
"Menindaklanjuti surat dari PT SOM nomor 45/Sp.PT. SOM/VI/2022 tanggal 19 Juni 2022, kami telah melakukan diskusi internal secara mendalam," tulis Alvin Reynaldi.
Terdapat tiga hal yang menjadi perhatian utama yaitu kondisi keuangan perusahaan, masalah hukum (legalitas kepemilikan dengan kasus hukum berjalan), dan terakhir adalah waktu persiapan yang sangat sempit.
"Sehubungan dengan hal-hal tersebut, maka dengan segala pertimbangan yang matang kami mengambil keputusan tidak akan mengambil alih operasional maupun kepemilikan PT SOM dan pengelola Sriwijaya FC," katanya.
3. Bahari Sriwijaya Ekakarsa berharap Sriwijaya FC segera temukan rekan bisnis

Meski sudah membatalkan sponsor, Bahari Sriwijaya Ekakarsa berharap Sriwijaya FC menemukan rekan bisnis pengganti yang dapat menunjang target promosi ke Liga 1.
"Kami berharap PT SOM menemukan strategic partner yang tepat untuk mengembangkan bisnis dan industri sepak bola Sumsel dalam waktu dekat," tutup Alvin.
Sebelumnya, Laskar Wong Kito sempat digadang-gadang akan dikuisisi oleh Bomba Group. Namun ternyata proses akuisisi tersebut menemui jalan buntu. Sriwijaya FC masih membuka peluang jika ada investor yang berminat mengakuisisi klub.
















