Uji coba program makan bergizi gratis (IDN Times/Larasati Rey)
Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Dietisien Indonesia (ASDI) Sumsel Yenita menambahkan, selain ikan sungai air tawar, dengan anggaran Rp10 ribu, penyajian menu ikan juga bisa dari produksi ikan laut. Namun yang perlu diperhatikan adalah, penyesuaian harga bahan mentah dan setelah jadi.
"Harus benar-benar dipilih karena Rp10 ribu anggarannya. Kalau ikan masih bisa porsinya lebih banyak ketimbang ayam," jelasnya.
Yenita menegaskan, dari anggaran Rp10 ribu untuk program makan bergizi gratis, yang perlu dipahami adalah dengan nominal tersebut, dalam sekali makan tersedia menu gizi seimbang. Bukan memenuhi kebutuhan gizi harian.
"Karena untuk memenuhi gizi harian, harus mengonsumsi makanan gizi seimbang lebih dari sekali makan," kata dia.
Perlu diketahui, pelaksanaan program makan bergizi gratis ini direncanakan untuk pembagian makan siang dan dalam teknisnya sudah sesuai kajian Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang telah disimulasi ke sejumlah daerah.
Hasil kajiannya, berbagai daerah berpotensi menyajikan menu dengan pangan produksi masing-masing dan tetap harus seimbang terdiri dari karbohidrat, lauk, buah dan sayur. Berdasarkan potensi pangan, area Sumatra bisa menyajikan menu gratis dengan komposisi nasi, daging ayam, tahu, pepaya, manggis dan kangkung.