Ahli Gizi Bagikan Daftar Menu Ikan Makan Gratis Rp10 Ribu di Palembang

- Sumsel merupakan wilayah penghasil ikan potensial, terutama dari anak sungai air tawar.
- Ahli Gizi menyebut program makan bergizi gratis Rp10 ribu bisa disajikan dengan menu ikan dari sungai air tawar.
- Program makan bergizi gratis Rp10 ribu harus dianalisa Badan Gizi Nasional agar penyajian sesuai dengan konsep gizi seimbang.
Palembang, IDN Times - Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dikenal sebagai wilayah penghasil produksi ikan potensial, terutama dari anak sungai air tawar. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Sumsel pada Juni 2024, ada 8 kabupaten/kota yang menghasilkan produksi ikan tertinggi.
Wilayah itu meliputi Kampung Patin Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dan Banyuasin, Kampung Lele Palembang, Prabumulih, dan Musi Banyuasin (Muba), Kampung Nila Musirawas, Kampung Baung Lubuklinggau, dan Kampung Gabus Ogan Ilir (OI).
1. Ikan mengandung omega 3 tinggi untuk menu makan bergizi gratis Rp10 ribu

Melihat potensi tersebut, Ahli Gizi Dietisien Rumah Sakit Ernaldi Bahar Sumsel, Devi menyebut, program Presiden Prabowo Subianto untuk pembagian makanan bergizi gratis Rp10 ribu bisa disajikan dengan menu ikan dari sungai air tawar, salah satunya Sungai Musi di Palembang.
"Bisa jadi pilihan menu lauk ikan supaya sajiannya (makan bergizi gratis) beragam. Selain bisa lebih variatif, kandungan omega 3 dari ikan itu tinggi, apalagi Ikan kembung dan sarden," kata dia kepada IDN Times, Jumat (6/11/2024).
Opsi lain menu ikan untuk penyajian makanan bergizi gratis Rp10 ribu yang akan dibagikan kepada anak-anak sekolah lanjut Devi, bisa dengan pilihan ikan nila, lele, ataupun ikan sungai lainnya.
"Kalau ikan masih bisa (anggaran Rp10 ribu) namun untuk menu daging sapi, ayam, seafood ini akan tidak mencukupi anggaran. Telur juga bisa, intinya adalah nilai gizinya supaya asupan yang diberikan ke anak adalah gizi seimbang," jelas dia.
2. Filet ikan bisa jadi pilihan menu makan bergizi gratis Rp10 ribu

Lebih lanjut Devi menyampaikan, program makan bergizi gratis Rp10 ribu dari Pemerintah Pusat tetap harus dianalisa Badan Gizi Nasional agar penyajian sesuai dengan konsep gizi seimbang.
Pola menu seimbang itu jelas dia, harus ada karbohidrat (nasi, mie, roti atau penukar karbohidrat lainnya), protein hewani (ikan, telur, ayam dan daging), protein nabati (tahu, telur, atau kacang-kacangan) serta lemak, vitamin dan mineral (terdapat pada sayur dan buah).
Contoh menu yang bisa disajikan dengan dana minimal seperti nasi putih, filet ikan, oseng tempe, sayur capcay, dan pisang putri. "Kebanyakan anak-anak ada yang kurang menyukai ikan karena tulangnya, mungkin ini bisa divariasi menjadi olahan dari ikan seperti sate ikan," kata Devi.
3. Porsi pilihan menu ikan bisa lebih besar ketimbang ayam untuk program makan bergizi gratis Rp10 ribu

Ketua Pengurus Daerah Asosiasi Dietisien Indonesia (ASDI) Sumsel Yenita menambahkan, selain ikan sungai air tawar, dengan anggaran Rp10 ribu, penyajian menu ikan juga bisa dari produksi ikan laut. Namun yang perlu diperhatikan adalah, penyesuaian harga bahan mentah dan setelah jadi.
"Harus benar-benar dipilih karena Rp10 ribu anggarannya. Kalau ikan masih bisa porsinya lebih banyak ketimbang ayam," jelasnya.
Yenita menegaskan, dari anggaran Rp10 ribu untuk program makan bergizi gratis, yang perlu dipahami adalah dengan nominal tersebut, dalam sekali makan tersedia menu gizi seimbang. Bukan memenuhi kebutuhan gizi harian.
"Karena untuk memenuhi gizi harian, harus mengonsumsi makanan gizi seimbang lebih dari sekali makan," kata dia.
Perlu diketahui, pelaksanaan program makan bergizi gratis ini direncanakan untuk pembagian makan siang dan dalam teknisnya sudah sesuai kajian Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang telah disimulasi ke sejumlah daerah.
Hasil kajiannya, berbagai daerah berpotensi menyajikan menu dengan pangan produksi masing-masing dan tetap harus seimbang terdiri dari karbohidrat, lauk, buah dan sayur. Berdasarkan potensi pangan, area Sumatra bisa menyajikan menu gratis dengan komposisi nasi, daging ayam, tahu, pepaya, manggis dan kangkung.

















