Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Rampok Bersenpi Satroni Rumah di Muba, Pura-pura Belanja di Warung
Lokasi perampokan rumah warga di Kecamatan Sanga Desa Musi Banyuasin (Dok: Polsek Sanga Desa)
  • 4 perampok menyatroni rumah dan warung, mengancam dengan senjata api, dan berhasil mencuri uang tunai dan perhiasan.
  • Kepala keluarga tidak ada di rumah saat kejadian, hanya istri dan anak yang menjadi korban.
  • Polisi melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban serta saksi-saksi untuk mendalami kasus ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Musi Banyuasin, IDN Times - Empat orang perampok yang berpura-pura menjadi pembeli menyatroni rumah sekaligus warung milik Maspar warga Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) pada Jumat pagi (7/2/2025).

Aksi perampokan tersebut membuat geger masyarakat setempat setelah keempat pelaku menggunakan senjata api masuk mengancam orang yang berada di rumah. Akibat kejadian tersebut, uang tunai hingga perhiasan berhasil digondol kawanan perampok.

"Benar telah terjadi perampokan pada salah satu rumah warga. Informasi sementara para pelaku menggunakan senjata api," ungkap Kapolsek Sanga Desa, Iptu Joharmen, Jumat (7/2/2025).

1. Polisi dalami kerugian materil yang terjadi

Ilustrasi perampokan mobil (IDN Times/istimewa)

Menurut Joharmen, saat kejadian perampokan terjadi kepala keluarga bernama Maspar tengah berada di desa lain untuk menghadapi acara sedekah. Ketika kejadian hanya ada istri dan anak korban di rumah sedangkan Maspar baru mendapatkan informasi perampokan dari warga.

"Tidak ada korban hanya kerugian materil, masih dilakukan pemeriksaan untuk kerugiannya," jelas dia,

2. Para pelaku diketahui membawa senpi saat satroni rumah warga

Ilustrasi penyelidikan polisi (IDN Times/Arief Rahmat)

Mendapati adanya laporan perampokan polisi langsung bergerak melakukan olah TKP dan pemeriksaan terhadap korban. DIketahui, saat perampokan itu terjadi, korban hanya bisa pasrah saat para pelaku perampokan masuk ke rumah dan warung untuk mengambil barang-barang berharga.

"Untuk informasi lebih lanjut nanti disampaikan, saat ini tim masih melakukan olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi-saksi," jelas dia.

3. Hanya istri dan anak yang ada di rumah saat perampokan

Ilustrasi pengeroyokan. (Freepik0

Sementara, kepala keluarga Maspar mengatakan bahwa saat kejadian dirinya sedang tidak berada di rumah. Saat itu, hanya ada istri dan anaknya yang diancam mengguanakan senjata api oleh para pelaku.

"Saya tidak ada di rumah hanya ada anak dan istri saja. Pelaku ini mengancam menggunakan senjata api sehingga anak dan istri saya ketakutan," jelas dia.

Editorial Team

Related Article