36 TPS di Solok Minim Jaringan Internet, Bagaimana Solusinya?

- 36 TPS di Kabupaten Solok masih blank spot tanpa jaringan internet dan listrik.
- Pelaksanaan Pilkada 27 November 2024 terancam karena KPPS harus mengirimkan hasil penghitungan suara secara online.
- Ketua KPU Kabupaten Solok mencari solusi dengan mengarahkan anggota KPPS ke lokasi yang memiliki jaringan internet.
Padang, IDN Times - Permasalahan blank spot masih menjadi permasalahan terjadi di Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Beberapa lokasi diketahui masih belum mendapatkan jaringan internet hingga saat ini.
Permasalahan itu diprediksi menjadi batu sandungan untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan dilaksanakan pada (27/11/2024) mendatang. Pasalnya, petugas KPPS harus mengirimkan hasil penghitungan suara secara online dan harus menggunakan jaringan internet yang cukup cepat.
1. 36 TPS tak ada jaringan internet

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Solok, Hasbullah Alqomar saat dihubungi IDN Times, Senin (18/11/2024) mengatakan cukup banyak TPS berada di lokasi blank spot.
"Untuk lokasi blank spot sendiri sebanyak 36 TPS di Kabupaten Solok ini dan itu memang benar-benar tidak mendapatkan jaringan internet," katanya.
Menurut Qomar, tidak hanya jaringan internet saja, bahkan di 9 TPS masih belum teraliri listrik yang juga merupakan sarana pendukung pelaksanaan pemungutan suara nantinya.
2. Apa yang dilakukan KPU?

Qomar mengatakan, untuk permasalahan blank spot ia sudah berkoordinasi dengan pihak penyedia seperti PLN yang juga menyediakan jaringan internet.
"Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan Iconnet untuk menyalurkan jaringan internet ke lokasi-lokasi TPS itu," katanya.
Menurutnya, pihak Iconnet menyatakan tidak bisa untuk memasukkan jaringan internet. Karena, permasalahan lokasi yang berada cukup jauh dan membutuhkan kabel yang tidak sedikit.
"Bahkan, untuk di lokasi yang belum teraliri listrik lebih tidak memungkinkan lagi untuk pengadaan jaringan internet," katanya.
3. Bagaimana solusinya?

Qomar mengatakan, solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan itu adalah dengan bergesernya anggota KPPS ke lokasi yang memiliki jaringan internet.
"Jadi, kami mengarahkan anggota KPPS untuk mengupload seluruh data nanti bergeser ke lokasi yang ada jaringan internetnya," katanya.
Karena, menurut Qomar solusi itu akan lebih memungkinkan dibanding pengadaan jaringan internet yang tentunya akan memakan biaya yang sangat tinggi.



















