1.811 Rumah di Muratara Terendam Banjir Setelah Hujan Deras

- Banjir kembali terjadi di Musi Rawas Utara setelah hujan melanda wilayah tersebut sejak Minggu lalu, dengan tiga kelurahan terdampak banjir hingga hari ini.
- Curah hujan di Muratara terjadi dengan intensitas sedang-tinggi, memicu Sungai Rawas menjadi meluap dan membuat ekonomi warga lumpuh.
- BPBD Sumsel masih mendata nilai kerugian akibat banjir yang merendam wilayah tersebut, sementara warga menyatakan banjir sudah sering terjadi sejak Januari 2024 lalu.
Musi Rawas Utara, IDN Times - Banjir kembali terjadi di Musi Rawas Utara (Muratara) setelah hujan melanda wilayah tersebut sejak Minggu (3/3/2025) lalu. Tiga kelurahan terdampak banjir hingga hari ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan (BPBD Sumsel) mencatat hampir 2.000 rumah di Muratara terendam air sekitar satu meter.
"Rumah warga yang terendam sebanyak 1.811 unit yang tersebar di tiga kelurahan wilayah Kecamatan Rawas Ilir. Rinciannya ada di Desa Mandi Angin sebanyak 489 rumah, Kelurahan Bingin Teluk 503 rumah, dan Desa BM I ada 819 Rumah," ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Rabu (6/3/2024).
1. Sungai Rawas meluap karena air dari Sungai Rupit

Sudirman menjelaskan, curah hujan di Muratara terjadi dengan intensitas sedang-tinggi. Kondisi itu juga memicu Sungai Rawas menjadi meluap.
"Banjir di Kelurahan Bingin Teluk terjadi sejak Minggu karena curah hujan intensitas sedang-tinggi yang menguyur sebagian Muratara. Air kiriman dari Sungai Rupit membuat debit air Sungai Rawas naik dan menggenang di dua kelurahan Kecamatan Rawas Ilir," jelas dia.
2. Akses ekonomi warga lumpuh

Banjir yang merendam wilayah itu membuat ekonomi warga lumpuh. Untuk nilai kerugian, BPBD Sumsel masih mendata.
"Akses perekonomian lumpuh, sementara nilai kerugian masih dalam proses pendataan," jelas dia.
3. Banjir sudah terjadi sejak Januari

Warga Rawas Ilir, Rinto, membenarkan banjir sudah sering terjadi sejak Januari 2024 lalu. Bencana banjir pun sudah silih berganti terjadi.
"Banjirnya sudah sering terjadi. Kalau dihitung-hitung sudah 10 kali. Banjir dan surut silih berganti," tutup dia.










![[BREAKING] Wakil Bupati PALI Ditangkap Penyidik Pidsus Kejati Sumsel](https://image.idntimes.com/post/20250210/1000127120-679b8fb0461ad11c7448d145cee7fdab-3f980f0298d4b94e7066ad042c72dc7c.jpg)






