Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemko Padang Wacanakan Sekolah Lima Hari Dalam Sepekan

Pemko Padang Wacanakan Sekolah Lima Hari Dalam Sepekan
Wali Kota Padang Hendri Septa membuka acara pertemuan multipihak membahas penyelamatan Sungai Batang Arau dan semua sungai di Kota Padang di Ruang Serbaguna Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Kamis (17/2/2022). (Dok. Padang)

Padang, IDN Times - Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat mewacanakan pemberlakuan hari masuk sekolah lima hari dalam seminggu atau full day school bagi seluruh peserta didik di Kota Padang. Bahkan, diharapkan sudah bisa diberlakukan dalam waktu dekat.

"Sebagaimana pertimbangannya adalah, untuk mempersiapkan peserta didik di Kota Padang yang berkarakter serta mampu menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi," kata Wali Kota Padang, Hendri Septa, Kamis (12/1/2023).

1. Tindak lanjut Permendikbud nomor 23

Ilustrasi siswa sekolah (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Ilustrasi siswa sekolah (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Hendri bilang, wacana lima hari sekolah dalam sepekan ini, juga dalam rangka menindaklanjuti Permendikbud No.23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah atau Lima Hari Kerja di Sekolah (Senin-Jumat). Disamping juga untuk mendukung kurikulum Merdeka Belajar.

"Kita tentu berharap, upaya ini segera dapat diberlakukan dan berjalan sesuai harapan nantinya. Semoga bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan di Kota Padang," ujar Hendri.

2. Banyak manfaat

Ilustrasi pendidikan ( ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)
Ilustrasi pendidikan ( ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Kepala Disdikbud Kota Padang, Yopi Krislova menyebutkan, perubahan hari masuk sekolah lima hari dalam sepekan ini memiliki cukup banyak manfaat.

Di antaranya, memberikan penguatan pendidikan karakter murid di sekolah seperti melalui pelaksanaan salat Zuhur dan Ashar berjamaah. Serta, menyelaraskan jam pulang kerja siswa dan hari libur dengan orang tua yang bekerja.

"Melalui kebijakan full day school ini kita yakin juga dapat menghindari perilaku negatif bagi peserta didik sepulang sekolah seperti keluyuran bahkan tawuran yang marak terjadi. Selain itu juga memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan bakat dan minat serta dapat membantu orang tua bekerja di hari libur Sabtu dan Minggu. Dan juga dapat menambah 'quality time' dalam keluarga bagi siswa dan guru," ujarnya.

3. Bagian kurikulum tetap dipenuhi

Ilustrasi siswa belajar (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Ilustrasi siswa belajar (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Yopi melanjutkan, penerapan lima hari sekolah bukan berarti hanya memangkas jadwal hari efektif belajar. Akan tetapi, sekolah tetap harus memenuhi bagian dari kurikulum Merdeka belajar diantaranya intrakurikuler, kukurikuler, dan ekstrakurikuler.

"Intrakurikuler itu kewajiban guru yang harus dipenuhi secara akademik. Lalu Kokurikuler penguatan karakter P-5 dan ekstrakurikuler yang wajib diikuti anak didik adalah kepramukaan, selain itu adalah pilihan-pilihan," kata Yopi.

4. Masih butuh persiapan

Ilustrasi siswa madrasah diniyah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
Ilustrasi siswa madrasah diniyah. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Agar dapat efektif berjalan kata Yopi, maka diperlukan sejumlah persiapan. Baik secara teknis maupun administratif beserta peraturan dan dasar hukum terkait.

"Pada lima hari sekolah ini berarti dari hari Senin hingga Jumat total jumlah pelajaran selama 40 jam dengan per harinya 8 jam. Kita harapkan kepada masing-masing sekolah dapat menyusun perubahan dokumen kurikulum. Baik K13 atau Merdeka Belajar menyesuaikan dengan aturan yang baru," jelasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Daftar Kantong Parkir Resmi CFD Palembang, Laporkan Jika Ada Jukir Liar

15 Mei 2026, 17:38 WIBNews