Motif Pembunuhan Sadis di PALI Diduga Dipicu Persoalan Sawit

- Motif pembunuhan di areal kebun sawit Sungai Ibul diduga dipicu persoalan pencurian tandan sawit.
- Dua dari empat tersangka pembunuhan telah ditangkap, sementara dua pelaku lainnya masih buron dan berstatus DPO.
- Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis golok dan parang, serta berondongan buah kelapa sawit dari para tersangka.
Penukal Abab Lematang Ilir, IDN Times - Polisi mengungkap motif pembunuhan dua pria bernama Edi Hairul (42) dan Dedi Usman (40) di areal kebun sawit Sungai Ibul diduga dipicu persoalan pencurian tandan sawit. Dugaan pencurian tersebut membuat para pelaku emosi dan melakukan kekerasan terhadap kedua korban.
"Motif sementara karena dendam dan kekecewaan pelaku terhadap hasil sawit yang dijaga sering hilang. Namun ini masih terus kami dalami," ungkap Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda La Ode, Rabu (28/1/2026).
1. Otak pembunuhan telah ditangkap polisi

La Ode menjelaskan, dua dari empat tersangka pembunuhan di areal kebun sawit Sungai Ibul yakni, K dan J ditangkap tim Satreskrim Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Sementara dua pelaku berinisial A dan I masih buron dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dari pemeriksaan sementara, polisi mencoba menggali keterangan dari kedua tersangka. Tersangka K mengaku hanya ikut-ikutan dalam pembunuhan itu. Sedangkan tersangka J dinilai merupakan otak dalam pembunuhan tersebut.
"Pelaku J merupakan orang pertama yang mengejar korban dan melakukan komunikasi sebelum akhirnya terjadi penembakan terhadap korban Edi Hairul dan Dedi Usman," jelas dia.
2. Korban ditembak sebelum dibacok

Menurutnya, setiap pelaku memiliki peran-peran masing-masing dalam pembunuhan. Kedua pelaku berstatus DPO yakni A dan I diduga membawakan senjata kepada tersangka J sebelum para korban dihabisi.
"Kedua korban ditembak terlebih dahulu, kemudian dibacok hingga meninggal dunia," jelas dia.
3. Polisi masih buru dua tersangka dan pistol untuk membunuh korban

Dari tangan para tersangka. Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis golok dan parang, serta berondongan buah kelapa sawit. Sementara itu, senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan masih dalam pencarian.


















