Minat Gadai Emas di Sumbagsel Tumbuh 7 Persen karena Kenaikan Harga

- Minat gadai emas di Sumbagsel tumbuh 7 persen karena kenaikan harga.
- Pertumbuhan terjadi merata di Palembang, Jambi, dan Lampung dengan volume pinjaman harian bertambah rata-rata Rp18 miliar hingga Rp28 miliar per hari.
- Emas yang disimpan di rumah dapat mengurangi peredaran uang di masyarakat, sehingga sebaiknya disimpan di lembaga perbankan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif.
Palembang, IDN Times - Minat gadai emas di Wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel) meliputi daerah Palembang, Jambi dan Lampung mengalami pertumbuhan positif. Nilai tersebut bergerak naik dipengaruhi lonjakan harga emas yang terjadi sepanjang sepekan belakang.
"Per 28 Januari Sumbagsel OSL (Outstanding Loan) Pegadaian, total nilai uang pinjaman yang belum dilunasi nasabah di angka Rp4,91 triliun. Pertumbuhannya senilai 7,40 persen secara tahunan (year to date/YTD)," ujar Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Sumbagsel, Novryandi, Jumat (30/1/2026).
1. Palembang catatkan nilai tertinggi pinjaman

Berdasarkan angka capaian itu katanya, merupakan nilai tertinggi secara nasional. Serta dari persentase tersebut menunjukkan tingginya respons masyarakat terhadap pergerakan harga emas. Pertumbuhan ini juga terjadi merata di berbagai wilayah Sumbagsel.
"Area Palembang mencatatkan pertumbuhan tertinggi, disusul Jambi dan Lampung," katanya.
Bahkan lanjut Novryandi, dalam sepekan terakhir pada Januari 2026, volume pinjaman harian di wilayah Sumbagsel bertambah rata-rata Rp18-28 miliar per hari.
2. Sarankan investasi emas di lembaga perbankan

Sementara kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel Rahmadi Murwanto, adanya peningkatan minat masyarakat terhadap emas perlu menjadi perhatian. Sebab, emas yang dibeli dan disimpan di rumah dapat mengurangi peredaran uang di masyarakat.
"Kalau emas hanya disimpan di lemari, uangnya berhenti,” kata dia.
Sebaiknya dalam teknis investasi, menurut Rahmadi, penyimpanan emas di lembaga perbankan akan lebih bermanfaat karena dapat mendukung pembiayaan sektor produktif.
3. Investor mulai beralih investasi emas

Diketahui sebelumnya, akibat harga emas yang naik konsisten dan secara berkelanjutan, berimbas pada penurunan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mendorong pergerakan suku bunga dan nilai tukar mata uang makin tinggi.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Bambang Pramono, kenaikan harga emas wajar terjadi saat ini. Sebab saat ini sejumlah investor mulai mengalihkan investasi emas dan menghindari melakukan investasi berisiko dari angka saham.
"Emas adalah alat investasi, ketika emas harga naik, pasti orang akan rasional dan akan mengalihkan investasi (investasi emas)," ujar Bambang 28 Januari 2026.

















