3 Strategi TPID Sumsel Tekan Inflasi Jelang Ramadan

- TPID Sumsel menyiapkan operasi pasar murah selama Ramadan untuk menekan inflasi.
- Koordinasi antar daerah dilakukan jika ditemukan keterbatasan stok bahan pokok saat sidak pasar.
- Pemprov Sumsel berkomitmen menjaga stabilitas inflasi dan ketersediaan pasokan selama bulan puasa.
Palembang, IDN Times - Fenomena kenaikan harga komoditas saat momen ramadan dan bulan puasa merupakan siklus rutin yang kerap berlangsung. Mencegah adanya lonjakan harga hingga menyebabkan inflasi, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mulai menyiapkan strategi menekan peningkatan harga komoditas tertentu.
"Inflasi (saat ramadan) akan tetap ada dengan kenaikan tipis," ujar Kepala Bank Indonesia Sumatra Selatan Bambang Pramono yang dikutip Jumat (30/1/2026).
1. Janji rutin mengecek pasokan pangan di pasar

Sejumlah langkah yang disiapkan TPID dalam menekan inflasi kata Bambang, meliputi penyelenggaraan operasi pasar murah selama sebulan penuh saat ramadan, kemudian lanjutnya komitmen melakukan sidak pasar.
"Mengecek pasokan dan ketersediaan pangan," kata dia.
2. Pasar murah mulai berlangsung Februari 2026

Apabila saat sidak ditemukan keterbatasan stok bahan pangan lanjut Bambang, pemerintah provinsi dan TPID segera melalukan koordinasi dan sinergi Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk memenuhi pasokan bahan pokok sehingga potensi kenaikan harga komoditas dapat dicegah.
Sebab berdasarkan hukum pasar, kenaikan harga sering terjadi bila stok bahan pokok terbatas sementara permintaan tinggi. Makin banyak permintaan dan kian dikit ketersediaan, secara otomatis harga pasar akan melonjak.
"Mulai minggu depan (Februari) operasi pasar. Kita juga akan melihat pola dan komoditas apa yang perlu ditekan harga, untuk memastikan ketersediaan pasokan. Kita juga akan melakukan sidak, dan melakukan KAD," jelas Bambang.
3. Pemprov janji tekan inflasi lewat koordinasi lintas instansi

Sementara kata Sekretaris Daerah Sumsel, Edward Chandra, pemprov akan terus berupaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga demi menekan laju inflasi sepanjang bulan puasa mendatang.
“Pemprov berkomitmen untuk menjaga stabilitas inflasi dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemprov juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan harga di pasar serta mengambil langkah cepat jika terjadi lonjakan harga.

















