Ratusan Korban Bencana di Sumbar Sudah Pindah ke Huntara

- Pembangunan Huntara di Sumbar sudah selesai, dengan 417 unit dibutuhkan dan sebagian besar sudah ditempati oleh warga terdampak bencana.
- Pemerintah menyiapkan bantuan bagi penghuni Huntara yang rumahnya rusak, termasuk skema bantuan uang tunai dan distribusi logistik.
- Skema pendistribusian logistik bagi penghuni Huntara akan disiapkan, termasuk dapur umum jika diperlukan dan pemberian alat masak kepada warga yang membutuhkannya.
Padang, IDN Times - Sebagian besar Hunian Sementara (Huntara) yang dibutuhkan korban bencana di Sumatra Barat diklaim telah selesai dibangun dan sebagian sudah ditempati oleh warga yang terdampak bencana.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto saat melakukan peresmian Huntara di Kabupaten Padang Pariaman mengatakan bahwa saat ini untuk pembangunan Huntara masih terus dikebut oleh tim yang melakukan pembangunan di lapangan.
"Untuk di Kabupaten Padang Pariaman ini dengan kebutuhan 74 unit telah selesai dibangun semuanya dan sudah ditempati oleh masyarakat yang sudah terdata sebelumnya," katanya.
1. Bagaimana pembangunan Huntara di daerah lain?

Suharyanto mengatakan, untuk pembangunan Huntara di Kabupaten Agam, dari target 385 unit Huntara, 117 unit diantaranya sudah selesai dibangun dan warga juga sudah mulai menempati Huntara tersebut.
Selain itu, di Kabupaten Lima Puluh Kota dari total 60 unit, baru 34 unit Huntara selesai. Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 62 unit, 42 unit selesai pembangunan.
"Secara keseluruhan, kebutuhan Huntara di Sumbar berjumlah 417 unit. Masyarakat yang masuk ke Huntara tidak akan kehilangan haknya untuk mengakses logistik," katanya.
2. Bantuan untuk penghuni Huntara

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengatakan, pemerintah juga telah menyiapkan skema bantuan bagi warga yang rumahnya rusak. Mulai dari yang terdampak rusak ringan dan sedang diberikan biaya Rp15-30 juta.
"Sedangkan rusak berat, mereka disiapkan Huntap. Tapi sebelum Huntap, mereka diberikan dua opsi. Satu, disiapkan Huntara atau mereka ingin tidak di Huntara tinggal di rumah saudara, ngontrak, lalu diberikan DTH (dana tunggu hunian)," katanya.
Ia mengatakan, tahapan DTH sudah dilakukan dan terus akan terus dikoordinasikan dengan BPS untuk validasi data di tiga provinsi terdampak. Jika data sudah tervalidasi, DTH segera dibayar ke rekening penerima. Untuk di Sumbar, sebanyak 1.867 DTH sudah disalurkan ke masyarakat.
DTH diberikan kepada pengungsi yang tidak masuk Huntara. Jumlahnya sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga setiap bulannya. Dana tersebut akan diberikan selama enam bulan atau hingga pembangunan hunian tetap (Huntap) selesai dikerjakan.
3. Rencana pemberian logistik

Untuk logistik bagi masyarakat yang tinggal di Huntara saat ini, Suharyanto mengatakan akan ada beberapa skema pendistribusian yang akan dilakukan oleh pemerintah nantinya.
"Di antaranya jika di lokasi Huntara tidak memungkinkan bagi masyarakat masak sendiri, maka akan disiapkan dapur umum nantinya," katanya.
Tetapi, jika memungkinkan untuk diberikan makanan padat, warga menurut Suharyanto bisa masak masing-masing di Huntara yang telah dihuni tersebut.
"Penghuni Huntara yang butuh alat masak, silakan ajukan ke personel kami yang ada di situ, nanti akan dipenuhi agar bisa memasak sebagaimana mestinya" katanya.
















