Sumsel United Berbenah Usai Bikin Sriwijaya FC Degradasi Liga 3

- Sumsel United tengah berbenah usai menumbangkan Sriwijaya FC yang membuat rival sekotanya itu terdegradasi ke Liga Nusantara pada akhir Februari 2026 lalu.
- Pelatih Nilmaizar menyoroti kelemahan penguasaan bola dan lini belakang, serta menargetkan promosi ke Liga 1 Indonesia musim depan dengan memperbaiki performa tim.
- Meski menang di Derby Sumsel, statistik menunjukkan permainan Sumsel United belum optimal dengan banyak peluang terbuang dan akurasi umpan 84 persen dari total 383 percobaan.
Palembang, IDN Times - Sumsel United kembali menyiapkan taktik dan skema permainan menyambut laga lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Anak asuh Nilmaizar itu berbenah usai membuat Sriwijaya FC degradasi ke Liga Nusantara pada 28 Februari 2026 lalu.
"Kita akan terus mencari pola permainan terbaik dan memperbaiki kekurangan yang ada, khususnya di lini pemain belakang," ujar Pelatih Sumsel United Nilmaizar, Senin (2/3/2026).
1. Sumsel United belum menguasai lapangan dengan maksimal

Meski sukses menumbangkan sesama klub asal Sumsel, Skuad Laskar Juaro tak puas dengan hasil yang diperoleh dari pertandingan ke-21 kontra Sriwijaya FC. Menurut Nil, saat menang duel Derby Sumsel, anak asuhnya masih belum mampu menguasai bola dengan maksimal di lapangan.
"Penguasaan bola masih 49 persen," katanya.
2. Sumsel United siapkan performa hadapi laga tandang

Nil menyampaikan, persiapan matang memang perlu dibangun untuk menyambut pertandingan lanjutan. Apalagi, katanya, Sumsel United memiliki target besar untuk mendapatkan tiket promosi Super League ke Liga 1 Indonesia musim depan.
Kini Sumsel United baru mencapai posisi 3 klasemen sementara di Grup 1 Wilayah Barat Pegadaian Championship 2025/2026. Laskar Juaro perlu menyalip poin Garudayaksa dan Adhiyaksa FC untuk memiliki peluang besar mendapatkan tiket promosi.
"Setelah ini kita akan menghadapi dua pertandingan berat, melawan Adhyaksa FC Banten dan Persiraja setelah libur Lebaran di laga tandang," jelas Nil.
3. Sumsel United masih terburu-buru mengelola bola saat berlaga

Diketahui, saat Derby Sumsel berlangsung pada akhir Februari kemarin di Stadion GSJ Palembang, Sumsel United masih dinilai belum bermain optimal. Selain masih terlihat terburu-buru dalam mengelola bola, Rachmad Hidayat dan tim pun belum maksimal menjaga emosi di lapangan.
Berdasarkan statistik, meski Sumsel United berhasil melakukan cleansheet dan penguasaan bola dengan 329 umpan sukses dari 383 total umpan, serta akurasi mencapai 84 persen, Sumsel United masih banyak kehilangan peluang.
Sumsel United hanya mampu menciptakan 11 peluang, 8 tembakan tepat sasaran dari 16 kali total tembakan. Lalu melakukan 38 sentuhan di kotak penalti lawan, serta baru menguasai sepertiga area pertahanan lawan dengan 12 tekel, 38 intersep dan 29 clearances.















