Palembang, IDN Times - Pemandangan langka terjadi di markas besar Sriwijaya FC, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (28/8) sore. Suasana stadion terlihat sangat lengang, sepi bak tanpa suara, saat Laskar Wong Kito menjamu Cilegon United, pada laga ke 13 Liga 2 Indonesia Wilayah Barat.
Memang, Sriwijaya FC mampu meraih kemenangan dengan skor cukup telak 3-0 dari tamunya. Hanya saja, kemenangan tersebut berasa hampa tanpa gemuruh suporter setia seperti pada pertandingan sebelumnya.
Sebenarnya, apa yang terjadi pada klub yang pernah menjadi jawara Liga Indonesia musim 2012/2013 lalu ini. Apakah pemboikotan dari suportar, atau lantaran faktor lain?
Menurut Dirijen Ultras Palembang, Qusoy, alasan mereka memilih boikot pertandingan karena tidak adanya komunikasi antar suporter dan manajemen. Seharusnya, ada koordinasi atau paling tidak duduk bersama bertemu saling bertukar pikiran baiknya bagaimana dalam setiap pertandingan itu, agar tidak ada lagi kejadian yang tidak mengenakkan.
"Ini giliran Sriwijaya FC mendapat denda, dari pihak manajemen baru berkoar berteriak menyalahkan suporter. Sementara kalau ada prestasi dari suporter adem ayem saja," katanya saat dikonfirmasi IDN Times via seluler, Rabu (28/8) sore.
