Semen Padang FC vs Persik Kediri (Foto: IDN Times/Halbert Caniago)
Dengan beban berat pada babak kedua, pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida langsung melakukan pergantian pemain untuk bisa memaksimalkan serangan agar bisa menciptakan gol.
Edu menarik keluar Dodi Alexvan Djin dan digantikan oleh Irkam Mila untuk memaksimalkan lini serang sayap kirinya. Hal itu terbukti berhasil, Semen Padang FC berhasil menciptakan peluang yang cukup gemilang. Sebuah peluang tercipta dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Felipe Chaby. Peluang itu masih belum bisa menciptakan gol penyeimbang bagi tim berjulukan Kabau Sirah itu.
Pada kesempatan yang sama, Semen Padang FC kembali mendapatkan peluang lewat lemparan kedalam yang diambil oleh Rosad Setyawan. Lemparan ke dalam yang diterima Kim Mingyu itu masih belum bisa membuat sebuah peluang emas untuk terciptanya gol penyeimbang.
Tapi, anak asuh Eduardo Almeida itu terus melakukan tekanan ke jantung pertahanan Persik Kediri yang kokoh dan sulit untuk ditembus itu. Menit ke-61, Semen Padang FC akhirnya berhasil memperoleh gol penyeimbang melalui sepakan keras Bruno Gomes yang langsung bersarang ke gawang Persik Kediri.
Bola liar usai tepisan penjaga gawang tersebut mampu dimaksimalkan oleh pemain asal Portugal itu hingga terciptanya sebuah gol yang sudah dinanti-nanti sebelumnya. Meskipun telah berhasil mengimbangi pertandingan, Semen Padang FC terus mencoba untuk menciptakan peluang agar bisa memperoleh kemenangan pada laga penting tersebut.
Sorak-sorai suporter terus menggema di setiap penjuru Stadion H Agus Salim Padang yang seketika juga menambah semangat para pemain. Meskipun begitu, serangan yang dilesatkan masih mampu dibendung oleh pemain bertahan Persik Kediri.
Persik Kediri yang mengharapkan kemenangan pada laga tersebut terus mencoba melesatkan serangan ke arah pertahanan Semen Padang FC. Hingga akhir pertandingan, skor tetap imbang