Comscore Tracker

Pelajar SMP Tusuk Kepala Temannya dengan Kunci Motor hingga Meninggal

Berawal dari korban menantang pelaku berkelahi karena futsal

Lubuk Linggau, IDN Times - Seorang pelajar SMPN 7 kota Lubuk Linggau, Sumatra Selatan (Sumsel) bernama Utama Riski Aditia (14) meninggal dunia. Korban meninggal setelah ditusuk temannya saat berkelahi di halaman parkir sekolahnya, Kamis (4/8/2022) lalu.

Warga Jalan Cendana RT 5 Kelurahan Tanjung Indah Kecamatan Lubuk Linggau Barat I ini sempat koma pascaoperasi, Minggu (7/7/2022) lalu. Hingga akhirnya korban meninggal dunia di RSMH Palembang, Jumat (12/8/2022).

AE, pelaku penganiayaan yang juga masih berstatus pelajar SMP tersebut akhirnya ditangkap dan dijemput polisi dari sekolahnya di hari yang sama sekira pukul 14.00 WIB.

Baca Juga: Warga Lubuk Linggau Bangun Rumah Hasil Mencuri Nomor Kartu Kredit

1. Bermula dari tantangan bermain futsal oleh korban

Pelajar SMP Tusuk Kepala Temannya dengan Kunci Motor hingga Meninggalnusantara.medcom.id

Kasatreskrim Polres Lubuk Linggau, AKP M Romi menyebutkan, kronologi perkelahian hingga berujung kematian ini terjadi, Kamis (4/8/2022) lalu di halaman parkir SMP N 7 Kota Lubuk Linggau.

"Kejadian berawal saat korban Utama Riski Aditia kalah dalam bermain futsal di sekolah pelaku yakni SMPN 7 Kota Lubuk Linggau, Minggu (24/7/2022) sore," ujarnya Sabtu (13/8/2022).

Setelah selesai bertanding pelaku berkata kepada korban agar besok main lagi. Namun malah dijawab oleh korban dengan nada meremehkan karena permainan pelaku bodoh dan skillnya hanya dibantu teman.

"Setelah percakapan itu keduanya pulang ke rumah masing-masing. Keesokan harinya pada hari Kamis (4/8/2022) sekira pukul 16.20 WIB saat pelaku hendak pulang sekolah, saat di parkiran pelaku melihat korban sudah menunggu pelaku," ungkapnya.

2. Keduanya saling adu pukul sebelum penusukan kepala dengan kunci motor

Pelajar SMP Tusuk Kepala Temannya dengan Kunci Motor hingga MeninggalIlustrasi pemukulan (IDN Times/Mardya Shakti)

Saat pelaku hendak menuju motornya di parkiran, korban langsung mendekati pelaku dengan tidak menggunakan alas kaki dan melepas kalungnya serta menggulung celana panjangnya. Korban pun menantang pelaku berkelahi dan tiba-tiba korban langsung memukul kepala pelaku menggunakan tangan kanannya.

"Saat itu pelaku langsung membalas memukul korban. Antara pelaku dan korban terlibat saling pukul, lalu korban menendang pelaku hingga pelaku terjatuh. Saat pelaku berdiri langsung memukul kepala bagian samping sebelah kiri kuping korban menggunakan kunci motor yang pelaku genggam," jelasnya.

Saat itu pelaku kaget karena melihat kunci motor yang digunakan pelaku untuk memukul korban melekat di kepala samping kiri korban, dari kepala korban mengeluarkan darah. Namun saat itu korban masih saja memukul pelaku.

"Lalu kunci motor pelaku terjatuh dengan sendiri dari kepala korban dan saat itu ada beberapa teman pelaku yang melerai dan pelaku langsung pulang ke rumah dan begitu juga korban," terangnya.

3. Polisi jemput langsung pelaku dari sekolahnya

Pelajar SMP Tusuk Kepala Temannya dengan Kunci Motor hingga MeninggalPixabay/Luctheo

Lalu pada Jumat (12/8/2022) sekira pukul 06.30 WIB pelaku mendapat kabar dari kakak kelas Utama Riski Aditia meninggal dunia sekira 05.00 WIB di Palembang.

"Setelah mendapatkan informasi dan laporan, korban meninggal dunia di rumah sakit, anggota Reskrim melakukan penjemputan pelaku di sekolah. Kemudian pelaku dibawa ke Satreskrim Polres Lubuk Linggau dengan didampingi pihak guru dan orang tuanya," paparnya.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah memukul kepala bagian samping sebelah kiri di belakang kuping korban menggunakan kunci motor yang pelaku genggam di tangan kanannya. "Polisi juga sudah mengamankan barang bukti satu buah kunci motor dengan gagang plastik warna hitam," tutupnya.

4. Korban sempat koma hampir sepekan usai alami pendarahan otak

Pelajar SMP Tusuk Kepala Temannya dengan Kunci Motor hingga MeninggalIlustrasi seorang pasien (ANTARA FOTO/REUTERS/Marko Djurica)

Feriansyah, paman korban mengatakan setelah perkelahian itu korban pulang bersama teman-temannya dan ketika pulang masih berjalan seperti biasanya.

Karena diketahui oleh keluarganya berkelahi, kemudian korban dibawa ke puskesmas untuk diobati. Malam harinya tiba-tiba muntah-muntah, makanya kami bawa ke RS AR Bunda untuk dilakukan perawatan," ungkapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata diketahui ada pendarahan di otak. Diduga penyebabnya karena kepala bagian belakang korban ditusuk menggunakan kunci sepeda motor ketika berkelahi. 

"Karena adanya pendarahan di otak hingga 80 persen, akhirnya keponakan saya pada Jumat malam dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan. Tiba di Palembang dinyatakan harus dioperasi, Makanya Minggu (7/8) dilakukan operasi. Namun sejak operasi almarhum koma hingga tadi subuh (Jumat) meninggal dunia," ungkapnya.

Baca Juga: Polres Lubuk Linggau Kembali Tangkap Anggota Perbakin Musi Rawas

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya