Comscore Tracker

Dibatasi, Jemaah Masjid Agung Palembang Tetap Membeludak 

Masyarakat yang salat di jalan tidak jaga protokol kesehatan

Palembang, IDN Times - Suasana salat Idul Adha di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo atau yang dikenal Masjid Agung Palembang, pada Jumat (31/7/2020), membeludak di luar ekspektasi pengurus masjid. 

Masyarakat hadir berbondong-bondong hingga memenuhi jalan di depan masjid. Mereka tidak mengindahkan keinginan panitia pelaksana salat Id, yang membatasi 3.000 jemaah demi menjaga kondusivitas dalam pencegahan penularan COVID-19. 

Baca Juga: Masjid Agung Palembang Batasi Jemaah Salat Idul Adha 3.000 Orang

1. Masjid Agung dipenuhi sejak pukul 06.00 WIB

Dibatasi, Jemaah Masjid Agung Palembang Tetap Membeludak Suasana di dalam masjid Agung Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Masyarakat sudah memadati masjid Agung Palembang sejak pukul 06.00 WIB. Mereka datang sejak pagi agar bisa salat di dalam sebab ada imbauan pengurus masjid, agar tidak salat di luar.

Kondisi di dalam masjid pun sudah mulai terisi penuh sejak pukul 06.30 WIB, panitia masjid cukup kewalahan mengatur ramainya masyarakat datang. Panitia pun sempat menutup gerbang masjid karena kondisi di dalam sudah penuh.

"Sesuai peraturan masjid jika sudah penuh harus ditutup sehingga tidak menimbulkan kepadatan di dalam," ujar Solihin, salah satu panitia.

2. Tidak ada protokol kesehatan bagi jemaah di luar masjid

Dibatasi, Jemaah Masjid Agung Palembang Tetap Membeludak Suasana Masjid Agung Palembang membludak oleh jemaah (IDN Times/Rangga Erfizal)

Masyarakat yang tidak kebagian tempat di dalam masjid memilih untuk salat di luar. Mereka membentangkan koran dan sajadah di jalan yang berada di sisi masjid dan air mancur Palembang, hingga perempatan lampu merah jalan Merdeka.

Beberapa orang juga memilih untuk menunaikan salat di atas jembatan Ampera, seperti kebiasaan tahun sebelumnya.

"Tadi udah coba pagi-pagi datang tapi karena ramai jadi gak bisa masuk. Jadi milih salat di jalan aja. Kan sama intinya salat merayakan Idul Adha," jelas Rusdi warga angkatan 45 Palembang.

Mereka yang salat di badan jalan, tidak begitu mengindahkan peraturan menjaga jarak. Tidak jarang mereka yang datang tanpa menggunakan masker dan berdesak-desakan tanpa memerhatikan physical distancing.

"Salat di Masjid Agung ini sudah jadi kebiasaan setiap tahun. Idul Fitri kemarin kita gak bisa salat, maka di kesempatan ini saya dan keluarga memilih salat di sini. Meski kondisi harus berdesak-desakan," jelas dia.

3. Masyarakat kecewa shaf cewek dan cowok dicampur

Dibatasi, Jemaah Masjid Agung Palembang Tetap Membeludak Salat di Masjid Agung Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Suasana berbeda terjadi di dalam masjid, desak-desakan tidak terlalu padat seperti di luar. Panitia sudah membatasi jumlah jemaah sekitar 3.000 orang dengan protokol kesehatan yang ketat. Mereka yang masuk akan diperiksa suhu tubuhnya, lalu jarak antar shaf sejauh 1,5 meter.

Salah satu warga Palembang yang berhasil masuk ke dalam masjid, Subhan mengapresiasi peraturan protokol kesehatan yang dilakukan secara ketat. Masyarakat diminta untuk mencuci tangan sebelum masuk ke masjid, dan menggunakan masker.

"Di dalam jemaah taat menjaga shaf, pakai masker dan membawa sejadah sendiri dari rumah. Saya juga sebeljm masuk diperiksa suhu tubuh dengan thermal gun. Namun, antara shaf pria dan wanita tidak diperhatikan masih bercampur, mungkin karena membeludak," jelas Subhan.

4. Wali Kota Palembang ingatkan masyarakat untuk tetap jaga protokol kesehatan

Dibatasi, Jemaah Masjid Agung Palembang Tetap Membeludak Suasana setelah salat idul adha (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sementara itu, Wali Kota Palembang, Harnojoyo yang melaksanakan salat Id di Masjid Agung Palembang pada hari ini, mengucapkan rasa syukur karena masih bisa melaksanakan salat di tengah pandemik. Dirinya meminta masyarakat Palembang, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Kita imbau masyarakat untuk tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Jangan lupa pandemik masih berlangsung," tandas dia.

Seusai salat, kondisi sampah koran bekas di masjid Agung pun banyak berserakan. Masyarakat setelah salat enggan membawa lagi alas salatnya, hingga petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang turun untuk membersihkan.

Baca Juga: Wali Kota Palembang: Malam Lebaran Tidak Ada Takbir Keliling!

Topic:

  • Rangga Erfizal
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya