Comscore Tracker

Anak Petani Kopi Asal Pagaralam Jadi Pembawa Baki Paskibraka Sumsel 

Termotivasi, Impian jadi paskibraka tercapai

Palembang, IDN Times - Sejak awal bertugas, pancaran senyum Ivo Trisia Putri tak pernah redup selama dibarisan anggota Paskibraka Sumsel yang bertugas mengibarkan bendera Merah Putih upacara HUT RI ke-74, di Griya Agung, Palembang, Sabtu (17/8).

Peran Ivo dalam Paskibraka Sumsel ini bisa dinilai vital, karena tergabung dalam barisan pasukan 8 dan bertindak sebagai pemegang baki bendera Merah Putih. Meski cuaca Palembang cukup panas dan kondisi anggota paskibraka tampak berkeringat, tetap saja senyum pelajar SMA Negeri 1 Pagaralam itu tetap merona.

Terlebih, saat Ivo mengarahkan baki tersebut kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru, untuk menerima bendera Merah Putih yang ditempatkan sang gubernur ke atas baki tersebut.

Bagaimana perasaan Ivo sebelum dan setelah menjalankan tugas negara tersebut, yuk ikuti ceritanya.

1. Impian Ivo mendapatkan posisi yang diidamkan anggota paskibraka putri tercapai

Anak Petani Kopi Asal Pagaralam Jadi Pembawa Baki Paskibraka Sumsel IDN Times/Feny Maulia Agustin

Lahir pada bulan November 2003 lalu, Ivo mengaku bangga dan bahagia, karena cita-citanya untuk bisa mengenakan seragam putih paskibraka yang penuh wibawa itu bisa terwujud. 

"Dari kecil bermimpi bisa jadi paskibraka, dan rasanya bangga bahagia dan haru juga, bisa menjadi pembawa baki di depan ribuan orang dan berhadapan langsung dengan Gubernur Sumsel," katanya.

Ivo menceritakan, untuk dapat terpilihnya menjadi pembawa baki, memang harus bersaing dengan 24 anggota putri lain.

"Semuanya ada 50 anggota, 25 putra dan putri. Pembawa baki untuk anggota putri saling bersaing sehat untuk bisa menempati posisi penting ini. Saya sendiri dari Pagaralam, ke sini dari 5 orang terpilih empat 4 orang ke Palembang. Ada dua putra dan putri," kata siswi kelas XI Ipa itu.

2. Termotivasi dari sang paman yang merupakan anggota Akmil

Anak Petani Kopi Asal Pagaralam Jadi Pembawa Baki Paskibraka Sumsel IDN Times/Feny Maulia Agustin

Ivo menuturkan, perjalanannya menjadi Paskibraka Sumsel tidak terlepas dari dukungan keluarga dan orangtua. Ivo juga termotivasi dari sang paman, yang menjadi anggota abdi negara.

"Ada paman saya di Jakarta, dia seorang Akmil. Karena melihat beliau lah saya jadi sangat termotivasi. Nanti setelah lulus dari sekolah, saya juga akan coba ikut tes menjadi Akmil," jelasnya.

Selain bercita-cita menjadi salah satu bagian bela negara, Ivo mengungkapkan, keberhasilannya masuk menjadi anggota paskibraka sempat hanya menjadi angan saja. "Gak terpikir bisa jadi kenyataan, saya juga tidak menyangka terpilih menjadi pembawa baki, posisi impian seluruh putri paskibraka," ungkap remaja kelahiran 5 November ini.

3. Ivo siapkan fisik dengan berolahraga tiap pagi

Anak Petani Kopi Asal Pagaralam Jadi Pembawa Baki Paskibraka Sumsel IDN Times/Feny Maulia Agustin

Untuk menjadi anggota Paskibraka Sumsel, tentu membutuhkan fisik yang kuat. Ivo memiliki tips tersendiri untuk menjaga kebugaran tubuhnya. Tiap pagi atau sore, Ivo rutin berolahraga karena hobi juga.

"Seperti shitup, pushup dan lari. Tapi Ivo paling suka olahraga voli, keluarga juga banyak yang hobi suka ikut olahraga bersama. Terus, saat karantina selama 15 hari, Ivo semangat dan rela tahan kantuk supaya bisa berlatih keras agar berhasil," ujarnya.

Baca Juga: Ini Rasa Haru Lilis Karlina, Anak Buruh Tani Jadi Paskibraka Sumsel   

4. Ivo Trisia terlahir dari keluarga petani kopi

Anak Petani Kopi Asal Pagaralam Jadi Pembawa Baki Paskibraka Sumsel IDN Times/Feny Maulia Agustin

Ivo sendiri merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara, dari pasangan Indrawi dan Eli Sarmiliani. Pekerjaan ayah Ivo sehari-harinya sebagai petani kopi di Pagaralam, sedangkan sang ibu tidak bekerja alias ibu rumah tangga. 

"Mereka hadir melihat saya upacara mengibarkan bendera merah putih di sini (Griya Agung), seneng karena orangtua bisa menyaksikan langsung saya menjadi pembawa baki, terimakasih untuk support dan doa mereka," tandasnya.

Topic:

  • Feny Maulia Agustin
  • Sidratul Muntaha

Just For You