Target Produksi Batu Bara di Sumsel Tak Penuhi Target, Ini Penyebabnya

- Produksi batu bara Sumsel sepanjang 2025 hanya mencapai 108,45 juta ton dari target 164,27 juta ton.
- Terganggunya distribusi disebabkan penutupan jalan akibat protes masyarakat terhadap aktivitas angkutan batu bara yang merusak infrastruktur.
- Harapan untuk menyamai produksi tahun sebelumnya yang mencapai 113,24 juta ton dan menunggu angka pasti target produksi tahun 2026 dari Kementerian ESDM.
Palembang, IDN Times - Produksi batu bara Sumatra Selatan (Sumsel) sepanjang 2025 tak mencapai target yang ditetapkan sebesar 164,27 juta ton. Hingga November 2025, realisasi produksi baru mencapai 108,45 juta ton.
Belum tercapainya target tersebut diduga kuat dipengaruhi terganggunya distribusi, menyusul penutupan sejumlah jalan umum akibat protes masyarakat terhadap aktivitas angkutan batu bara yang dinilai merusak infrastruktur di beberapa wilayah.
"Angkutan tidak leluasa melintas. Ada penutupan jalan karena dampak kerusakan infrastruktur, kecelakaan lalu lintas, sampai kejadian jembatan ambruk," ungkap Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas ESDM Sumsel, Armaya Sentanu Pasek, Senin (5/1/2026).
1. Kejar target samai produksi 2024

Armaya menjelaskan, angka tersebut masih bersifat sementara karena data dua bulan terakhir belum sepenuhnya masuk. Hanya saja, pihaknya menilai angka produksi di akhir tahun kemungkinan tidak akan signifikan memenuhi target yang ada.
"Untuk sisa waktu yang ada, paling tidak bisa menyamai capaian tahun 2024 sekitar 113 juta ton," jelas dia.
2. Lahat dan Muara Enim masih topang produksi batu bara di Sumsel

Secara wilayah, produksi batu bara di Sumsel masih didominasi oleh hasil produksi Lahat dan Muara Enim. Kedua wilayah menjadi tulang punggung dengan total kontribusi 85 juta ton, dengan rincian Lahat sebesar 43 juta ton dan Muara Enim 42 juta ton.
"Kemudian Muba 12,9 juta ton, Muratara 8,5 juta ton, Banyuasin 4,85 juta ton, PALI 901 ribu ton, dan OKU 901 ribu ton," jelas dia.
3. Target 2026 tunggu keputusan Kementerian ESDM

Armaya berharap, seluruh total produksi tahun 2025 dapat menyamai hasil produksi tahun sebelumnya yang mencapai 113,24 juta ton. Sedangkan untuk target 2026 pihaknya masih menunggu angka pasti dari Kementerian ESDM.
"Lebih kurang bisa sama seperti tahun 2024 (produksi 2025)," jelas dia.


















