TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Puluhan Ekor Kerbau di Muratara Ditemukan Mati Mendadak

Kerbau sempat mendekur sebelum ditemukan mati keesokan hari

Salah satu kerbau yang ditemukan tewas di Muratara (Dok: istimewa)

Musi Rawas Utara, IDN Times - Fenomena tidak biasa terjadi menimpa puluhan hewan ternak di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Puluhan ekor kerbau tiba-tiba mati mendadak tanpa diketahui penyebabnya.

Peristiwa itu tidak hanya terjadi pada satu peternakan saja, tapi di beberapa peternakan lain yang ada di sana. Fenomena tersebut bahkan sudah terjadi sepekan terakhir.

"Ada 30 ekor kerbau yang mati mendadak. Dalam satu hari bisa 12 kerbau yang ditemukan mati," ungkap Kepala Dusun 5 Desa Rantau Kadam, Muratara, Indra, Jumat (19/5/2023) lalu.

Baca Juga: Polda Sumsel Limpahkan Berkas Perkara Penistaan Agama Lina Mukherjee

Baca Juga: Viral, Perwira TNI AD di Palembang Dilaporkan Aniaya Anak 11 Tahun

1. Banyak kerbau mati saat dilepasliarkan

pixabay.com/duccoi1987

Indra menjelaskan, pihaknya telah melaporkan kepada pihak terkait mengenai peristiwa kematian kerbau-kerbau milik peternak. Pihaknya berharap ada langkah cepat yang dilakukan pemerintah demi mengantisipasi kerugian lebih besar.

"Kerbau yang mati ditemukan di kebun, ada juga di pinggiran sungai. Lokasi kandang kerbau ini sebetulnya jauh dari pemukiman warga," jelas dia.

2. Penyakit kerbau cepat menyebar

kerbau pembajak sawah (commons.wikimedia.org/Heri nugroho)

Seorang peternak bernama Bakar (54) mengatakan, penyebab kematian kerbau-kerbau di Muratara sangat misterius. Awalnya, ia menemukan satu hewan ternak mengeluarkan suara seperti mendengkur. Ia mengira kerbau tersebut hanya mengalami penyakit biasa.

"Di sini sudah ada puluhan kerbau yang mati, penyakitnya sama. Sebelum ditemukan mati sempat ngorok kemudian besoknya mati," beber dia.

Meski di peternakannya baru satu ekor kerbau yang mati, Bakar mengambil langkah cepat untuk memisahkan kerbau yang sakit dan sehat. Ia langsung membersihkan kandang untuk mencegah penyakit meluas.

"Penyakitnya cepat sekali menyebar, kami peternak juga tidak tahu penyakit apa," jelas dia.

Baca Juga: Dokter di Palembang Tertipu Beli Tiket Coldplay Belasan Juta Rupiah

Berita Terkini Lainnya