Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Water Bombing Tak Cukup, Pemerintah Ajak Influencer Cegah Karhutla
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pemerintah mengajak influencer dan pengguna media sosial mengedukasi masyarakat agar tidak membakar lahan saat El Nino, dengan kekeringan diperkirakan berlangsung hingga awal Oktober 2026.
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta petani, pekebun, perusahaan, dan warga menghentikan pembukaan lahan dengan pembakaran; kondisi karhutla Sumsel membaik, tetapi belum sepenuhnya aman.
  • Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut mayoritas kebakaran dipicu manusia dan menilai water bombing tidak cukup tanpa pencegahan warga, termasuk kampanye aktif melalui media sosial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah mendorong influencer dan pengguna media sosial untuk ikut terlibat dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Edukasi melalui media sosial dinilai penting untuk mencegah masyarakat membakar lahan di tengah kondisi El Nino yang masih berlangsung.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kondisi kekeringan diperkirakan masih berlangsung hingga awal Oktober 2026. September bahkan diprediksi menjadi puncak musim panas, sehingga diperlukan kedisiplinan bersama untuk mencegah munculnya kebakaran baru.

"Untuk mengedukasi masyarakat, coba di-engage, libatkan para influencer dan generasi milenial kita yang native bermedia sosial. Bahwa membakar lahan bukan satu solusi yang benar saat El Nino sangat keras ini," ungkap Raja Juli, di Palembang, Senin (31/8/2026).

1. Ingatkan warga tak buka lahan dengan dibakar

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Menurutnya, pemerintah akan terus melakukan penanganan karhutla di tengah kondisi El Nino yang cukup berat. Namun, upaya tersebut membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk petani, pekebun, hingga perusahaan.

"Oleh karena itu, izinkan saya kembali mengajak masyarakat, baik perorangan, petani kita, pekebun kita, perusahaan, agar tidak melakukan aksi land clearing (pembukaan lahan) dengan cara dibakar karena kondisi sedang tidak baik-baik saja," jelasnya.

Raja Juli mengatakan kondisi karhutla di Sumsel belum sepenuhnya aman. Meski demikian, pemerintah melihat adanya perbaikan yang ditunjukkan oleh penurunan jumlah kebakaran dan titik panas.

"Kami ingin meyakinkan masyarakat Indonesia dan masyarakat Sumsel bahwa pemerintah hadir. Pemerintah, seluruh kementerian dan lembaga di pusat dan daerah berjibaku memastikan api padam dan kesehatan masyarakat dapat terjamin," katanya.

2. Water bombing kalah dengan manusia

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (IDN Times/Rangga Erfizal)

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan mayoritas kebakaran yang terjadi disebabkan oleh ulah manusia. Karena itu, pencegahan dinilai harus melibatkan masyarakat secara langsung, termasuk melalui kampanye di media sosial.

Menurutnya, upaya pemadaman menggunakan teknologi seperti water bombing tidak akan cukup apabila masyarakat masih membuka lahan dengan cara membakar.

"Penyebab kebakaran mayoritas ulah manusia. Yang terdampak manusia. Untuk mengatasinya, water bombing pun kalah dibanding manusia," ujar Herman Deru.

3. Warga punya peran mengajak mengakhiri karhutla

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Ia mengajak masyarakat Sumsel untuk mengambil peran dalam pencegahan karhutla, baik dengan mengedukasi lingkungan sekitar maupun dengan ikut dalam penanganan ketika kebakaran terjadi.

Herman Deru menilai keterlibatan pengguna media sosial dapat membantu memperluas pesan pencegahan karhutla. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang terdampak, tetapi juga memiliki peran dalam mencegah kebakaran sejak awal.

"Untuk itu, saya ajak semua warga Sumsel, masing-masing paling tidak kita ada peran promotif atau preventif. Teman-teman yang main medsos untuk mengajak teman-teman bahwa kita ini punya peran dalam memulai dan mengakhiri sebenarnya," katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article