Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Warung Kios BBM Eceran di Rambutan Terbakar, Sang Pemilik Tewas
Petugas Damkar Banyuasin saat berjibaku memadamkan api di Jalan Lingkar Selatan Kecamatan Rambutan. (Dok. Damkar Banyuasin)
  • Kebakaran melanda warung sekaligus rumah di Desa Sungai Pinang, Banyuasin, akibat api menyambar botol berisi pertalite eceran pada Minggu malam, 14 Juni 2026.

  • Diduga kebocoran gas memicu percikan api yang cepat membesar dan membuat Aida, pemilik warung, terjebak di dalam bangunan hingga meninggal dunia.

  • Setelah api padam, jenazah korban ditemukan dan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk visum, sementara polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyuasin, IDN Times - Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah warung di Jalan Lingkar Selatan, Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Api tak dapat dikendalikan karena menyambar botol BBM Pertalite eceran.

Warung yang juga difungsikan sebagai rumah tinggal tersebut ditempati oleh Kuyung (50) dan istrinya, Aida (47). Sang istri dilaporkan tewas karena tidak sempat menyelamatkan diri saat api membakar habis bangunan.

1. Kebakaran diduga ada kebocoran gas dan langsung menyambar botol pertalite

Petugas Damkar Banyuasin saat berjibaku memadamkan api di Jalan Lingkar Selatan Kecamatan Rambutan. (Dok. Damkar Banyuasin)

Danpos Sungai Dua Satpol PP dan Damkar Banyuasin, Vebri Yanto Silaen, mengatakan bahwa kebakaran diduga akibat kebocoran gas. Akibatnya, percikan api langsung menyambar botol-botol berisi pertalite yang disimpan di lantai warung sehingga kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bangunan yang sebagian besar terbuat dari papan.

"Saat kejadian, suami korban bersama anak mereka, Fadil (16), baru saja pulang membeli BBM yang rencananya akan dijual kembali. Keduanya sempat mendengar teriakan bahwa ada api dari korban. Namun belum sempat menolong, api sudah membakar seluruh warung yang terbuat dari papan," ujarnya, Senin (15/6/2026).

2. Korban terjebak dalam rumah saat api terus membesar

Petugas Damkar Banyuasin saat berjibaku memadamkan api di Jalan Lingkar Selatan Kecamatan Rambutan. (Dok. Damkar Banyuasin)

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Tak lama kemudian, petugas Damkar Sungai Dua, Kecamatan Rambutan, bersama tim Damkar Pemprov Sumsel yang menerima laporan langsung menuju lokasi kejadian.

"Saat tiba di lokasi, petugas mendapat informasi bahwa masih ada seorang penghuni yang terjebak di dalam bangunan. Petugas sempat berusaha melakukan penyelamatan, namun api yang telah membesar membuat proses evakuasi tidak memungkinkan dilakukan," ungkapnya.

3. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara

Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pencarian terhadap korban berdasarkan keterangan keluarga yang menyebut Aida masih berada di dalam warung saat kebakaran terjadi.

"Dari pencarian yang dilakukan setelah api padam, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam bangunan. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk menjalani visum," ucap Vebri.

Sementara di lokasi kejadian, petugas bersama anggota Polsek Rambutan turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu jeriken dan empat botol air mineral bekas yang diduga digunakan untuk menyimpan BBM jenis Pertalite.

"Untuk penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," terangnya.

Editorial Team

Related Article