Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tren Investasi Pasar Modal Sumsel Positif, Naik 12 Ribu Investor

Tren Investasi Pasar Modal Sumsel Positif, Naik 12 Ribu Investor
ilustrasi investasi (unsplash.com/Denise Chan)
Intinya Sih
  • Pertumbuhan investasi pasar modal di Sumsel naik 30 persen dalam tiga bulan pertama 2025.
  • Animo investor terhadap produk investasi BEI masih tinggi meski situasi ekonomi global tidak pasti.
  • Rata-rata pertumbuhan investor baru per bulan mencapai 4 ribu, meningkat dari sebelum COVID-19 dan era 2017-2020.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Minat investasi masyarakat Sumatra Selata (Sumsel) di pasar modal dalam kondisi ekonomi tak stabil ternyata masih cukup tinggi. Bahkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), animo investor per Maret 2025 naik 12 ribu dari akhir 2024.

"Dari awal tahun sampai dengan akhir Maret 2025 jumlah investor di wilayah Sumsel mencapai 385.611 atau bertambah sekitar 12.159," ujar Kepala BEI Sumsel Hari Mulyono, Jumat (25/4/2025).

1. Pandemik COVID-19 justru minat investasi pasar modal tinggi

Pengunjung berjalan didekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Pengunjung berjalan didekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Tren investasi di Sumsel yang tumbuh positif, menunjukkan masyarakat masih percaya untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia, khususnya terhadap produk investasi BEI, meski dalam situasi ekonomi global dalam ketidakpastian.

“Masih stabil dan konsisten, karena rata-rata pertumbuhan investor per bulan dari awal tahun sampai akhir Maret 2025 berada di angka 4 ribu investor baru," kata dia.

Hari menuturkan rata-rata pertumbuhan investor mencapai 4 ribu per bulan juga masuk kategori baik dan relatif positif meski tidak setinggi saat COVID-19.

2. Investor tumbuh 2 ribuan pada 2017-2020

ilustrasi investasi saham (pexels.com/ RDNE Stock project)
ilustrasi investasi saham (pexels.com/ RDNE Stock project)

Namun jika dibandingkan dari sebelum COVID-19 jelas dia, rata-rata pertumbuhan per bulan pada tiga bulan awal tahun 2025 mengalami growth kisaran 30 persen.

Sebab berdasarkan data, BEI mencatat minat investasi justru tumbuh sangat signifikan pada 2020. Tetapi jika dibandingkan era 2017-2020, rata-rata investor baru per bulan hanya tumbuh 2 ribu-2.500 investor.

3. Optimistis geliat pasat modal Sumsel bergerak konsisten

Jurnalis mengambil gambar layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jurnalis mengambil gambar layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (8/4/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Hari optimistis geliat investor pasar modal di Sumsel berlangsung konsisten dan tetap akan mengalami pertambahan investor, meski saat ini ekonomi Tanah Air sedang diterpa berbagai isu kurang baik.

“Karena investor yang sudah existing utamanya dari era 1997, 2002, 2008, 2012 dan 2015, itu investor yang telah ada dan dapat dikatakan sebagai tanding story. Bagi investor baru maupun masyarakat yang mulai tertarik dengan pasar modal, bahwa situasi lebih buruk sudah pernah terjadi tapi investasi tetap berkembang dan bahkan berikutnya lebih pesat," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More