Terpeleset di Sungai Lematang, Balita di Muara Enim Hilang Tenggelam

- Balita Ravael (3,5) tenggelam di Sungai Lematang Desa Muara Lawai KP 3, Kabupaten Muara Enim.
- Korban diduga terpeleset di tangga pangkalan mandi, Tim SAR masih melakukan pencarian korban.
- Tim SAR gabungan menyisir aliran sungai lematang sejauh 10 kilometer untuk mencari korban.
Muara Enim, IDN Times - Seorang balita bernama Ravael (3,5) dilaporkan hanyut tenggelam di Sungai Lematang Desa Muara Lawai KP 3, Kabupaten Muara Enim, pada Selasa 13 Januari 2026 sore.
Bocah tersebut sebelumnya asyik bermain di tepian sungai sekitar pukul 15.30 WIB dengan temannya. Namun tiba-tiba korban terpeleset dan terjatuh lalu menghilang di tengah arus sungai.
1. Diduga korban terpeleset di tangga pangkalan mandi

Kasi Humas Polres Muara Enim AKP RTM Situmorang mengatakan, dari informasi yang diterima, kejadian bermula saat korban bersama temannya bermain di pinggir Pangkalan Mandi Dusun 3 Desa Muara Lawai pada sore hari.
"Diduga korban terpeleset di tangga pangkalan mandi tersebut. Sedangkan temannya bernama Alamin tidak bisa membantu korban sehingga korban terbawa arus sungai," ujarnya.
Peristiwa tenggelamnya korban baru diketahui warga sekitar pukul 16.00 WIB. Pihaknya langsung menghubungi BPBD Muara Enim untuk membantu melakukan pencarian terhadap korban.
"Kami mengimbau masyarakat yang tinggal di seputaran sungai agar berhati-hati apalagi saat debit air sedang tinggi dan meminta orang tua untuk mengawasi anaknya saat bermain," ucapnya.
2. Saat ini Tim SAR masih upayakan pencarian korban

Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin menambahkan, pihaknya mendapat informasi kejadian tersebut pada Selasa sekitar pukul 18.30 WIB.
"Kami langsung memerintahkan satu tim rescue untuk berangkat menuju lokasi kejadian guna melakukan pencarian terhadap korban. Saat ini tim Rescue Basarnas Kantor SAR Palembang sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian bersama TNI-Polri, damkar, BPBD, relawan dan masyarakat," ungkapnya.
3. Petugas menyisir aliran sungai lematang sejauh 10 kilometer

Raymond menambahkan, dalam proses pencarian korban tim SAR gabungan dibagi menjadi dua SRU. Untuk SRU pertama melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai lematang sejauh 10 kilometer ke arah timur laut dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat.
"Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir aliran sungai," ujarnya.
















