Superflu Masuk Sumsel, Lingkungan Sekolah Diminta Jaga PHBS

- Penerapan PHBS di lingkungan sekolah mampu menekan penularan antar siswa dan tenaga pendidik, terutama pada siswa SD yang rentan terjangkit virus.
- Langkah penting penerapan PHBS termasuk mencuci tangan, menjaga kebersihan alat tulis, memastikan sarana kebersihan memadai, dan memantau kondisi kesehatan siswa secara berkala.
- Kasus Super Flu masuk Sumsel dengan 5 kasus positif pada Oktober 2025. Masyarakat diminta tetap jaga kesehatan serta daya tahan tubuh di tengah musim penghujan.
Palembang, IDN Times - Dinas Pendidikan Kota Palembang meminta seluruh sekolah, khususnya tingkat SD, untuk menjaga lingkungan dengan menerapkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini mengingat kasus Super Flu ditemukan di Sumatra Selatan (Sumsel).
"Sekolah harus lebih serius dalam menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari ruang kelas, toilet, kantin, hingga area bermain. Ini penting sebagai langkah pencegahan karena anak-anak SD sangat rentan mengalami penurunan imunitas," ujar Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Palembang, Alhadi Yan Putra, Senin (12/1/2026).
1. Minta sekolah agar tak hanya mengandalkan petugas kebersihan jaga PHBS

Penerapan PHBS di lingkungan sekolah katanya, diharapkan mampu menekan kasus penularan antarsiswa maupun para tenaga pendidik. Apalagi, usia siswa SD termasuk rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh dan mudah terjangkit virus.
"Kebersihan lingkungan penting dan jadi faktor utama menjaga kesehatan peserta didik, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu dan meningkatnya risiko penyebaran penyakit menular," jelas Alhadi.
Alhadi menyampaikan, imunitas rendah pada siswa usia tingkat SD sangat rentan tertular penyakit karena aktivitas fisik mereka cukup tinggi serta intensitas interaksi antarsiswa berpotensi mempercepat penyebaran virus apabila kebersihan tidak dijaga dengan baik.
"Jadi sekolah jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi juga menanamkan kesadaran hidup bersih kepada seluruh warga sekolah," kata dia.
2. Sekolah diminta cek berkala kondisi kesehatan siswa

Langkah penting penerapan PHBS, lanjutnya, salah satunya adalah melakukan kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, menjaga kebersihan alat tulis dan perlengkapan belajar, serta memastikan ketersediaan sarana kebersihan memadai.
"Kebersihan harus menjadi budaya, bukan hanya kegiatan sesaat. Guru diharapkan berperan aktif dalam mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan," jelas Alhadi.
Kemudian, kata dia, sekolah diminta untuk memantau kondisi kesehatan siswa secara berkala. Apabila ditemukan siswa dengan gejala flu atau gangguan kesehatan lainnya, sekolah harus segera mengambil langkah.
"Berkoordinasi dengan orangtua utamanya," ujar dia.
3. Dinas kesehatan imbau masyarakat jaga daya tahan tubuh

Diketahui sebelumnya, Kasus Influenza A subclade K atau yang dikenal sebagai Super Flu sudah masuk di Sumsel. Informasi itu berdasarkan rilis Kementerian Kesehatan. Tercatat total 62 kasus Super Flu di Indonesia dan 5 di antaranya dari Sumsel.
Sementara dari data Dinas Kesehatan Sumsel, kasus Super Flu yang telah ditelusuri dari Balai Biologi Kesehatan (Biokes), tercatat ada 5 orang positif Super Flu pada Oktober 2025 dengan hasil laboratorium merupakan sampel kiriman Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel Ira Primadesa, meski Super Flu tak berbahaya dan tidak memiliki tingkat kematian tinggi, masyarakat diminta tetap jaga kesehatan serta daya tahan tubuh.
Ira juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi merebaknya kasus Super Flu terutama di tengah musim penghujan.


















