Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sumsel Deflasi 0,03 Persen, 5 Komoditas Turun Harga di Juni 2024
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • BPS Sumsel melaporkan deflasi 0,03% pada Juni 2024, lebih rendah dari tingkat nasional 0,08%.
  • Dari 425 komoditas yang diamati, 127 naik harga, 213 stabil, dan 85 turun harga.
  • Komoditas penyumbang deflasi utama di antaranya bawang merah dan putih, tomat, daging ayam ras, serta ikan patin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Sumatra Selatan (BPS Sumsel) melaporkan komoditas yang mengalami penurunan harga pada Juni 2024. Berdasarkan perkembang harga barang dan jasa, Sumsel deflasi 0,03 persen secara dari bulan sebelumnya.

"Tingkat deflasi di Sumsel baik secara bulanan maupun tahunan sudah lebih rendah dibandingkan tingkat nasional," ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, melalui siaran pers yang diterima IDN Times, Senin (1/7/2024).

1. Angka deflasi Sumsel lebih rendah dari nasional

Ilustrasi Deflasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Angka deflasi Sumsel senilai 0,03 persen lebih rendah dibandingkan persentase penurunan harga komoditas di tingkat nasional sebesar 0,08 persen, dengan total 425 komoditas pengamatan perubahan harga yang dilakukan oleh BPS tingkat provinsi.

"Total 425 komoditas yang diamati, terdapat 127 komoditas yang mengalami kenaikan harga, 213 relatif stabil, dan 85 komoditas mengalami penurunan harga," kata dia.

2. Ikan patin turut menyumbang deflasi di Juni 2024

ilustrasi ikan patin (wikimedia.org/Staticd)

Wahyu menyampaikan, ada 5 komoditas utama penyumbang deflasi yang menjadi perhatian BPS Sumsel di Juni 2024, yakni bawang merah dan putih, tomat, daging ayam ras, serta ikan patin.

“Tekanan deflasi yang disebabkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau, menarik deflasi lebih kuat yakni terjadi perubahan indeks 0,48 persen dan andil deflasi 0,15 persen” jelas dia.

3. Pasokan banyak dan waktu panen dini sebagai faktor deflasi

ilustrasi acar bawang merah (freepik.com/stockking)

Sumsel mengalami deflasi harga bawang merah karena waktu panen lebih aw di beberapa sentra produksi. Untuk mencegah kerugian akibat bencana banjir, maka harga bawang merah pun turun.

"Penurunan harga juga terjadi setelah impor bawang putih pada akhir Mei, menyebabkan pasokan banyak," timpalnya.

Editorial Team

Related Article