KAI Sumbar Siapkan Tambahan Kursi dan Perjalanan Lebaran 2026

- KAI Divre II Sumbar menambah kapasitas hingga 171.424 tempat duduk atau naik 9 persen untuk menghadapi lonjakan penumpang selama libur Lebaran Idul Fitri 2026.
- Selama masa Angkutan Lebaran, KAI mengoperasikan total 616 perjalanan kereta lokal per hari dengan dukungan 13 lokomotif, 26 kereta, dan pemeriksaan kelaikan sarana bersama Kemenhub.
- Untuk menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan, KAI menyiagakan AMUS, petugas tambahan di titik rawan, serta meningkatkan kebersihan dan pelayanan termasuk pembagian takjil bagi pelanggan.
Padang, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar memproyeksikan kenaikan jumlah penumpang yang akan menaiki kereta api selama libur Lebaran Idul Fitri 2026 mendatang.
Kepala Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan untuk menghadapi kenaikan penumpang yang akan terjadi nantinya.
"Tentunya kita sudah melakukan berbagai persiapan, termasuk menambah jumlah tempat duduk yang bisa dipesan oleh masyarakat," katanya.
1. Tambah 9 persen tempat duduk

Tri mengatakan, KAI Divre II Sumbar menyediakan 171.424 tempat duduk selama masa Angkutan Lebaran atau rata-rata 7.792 tempat duduk per hari. Jumlah ini meningkat sebanyak 9 persen dibandingkan dengan tahun lalu, yakni 156.640 tempat duduk.
"Kenaikan jumlah penumpang ini dipengaruhi oleh adanya perubahan pola operasi pada layanan kereta api relasi Kayu Tanam yang sebelumnya melayani rute Kayu Tanam–Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Kayu Tanam–Padang," katanya.
Dengan perubahan tersebut, kapasitas tempat duduk yang tersedia menjadi lebih banyak. Sehingga dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang menggunakan transportasi kereta api selama periode Angkutan Lebaran. KAI memperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada 18 Maret 2026.
2. Lakukan 28 perjalanan dalam sehari

Tri mengatakan, selama periode Angkutan Lebaran, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 616 perjalanan kereta api lokal atau rata-rata 28 perjalanan kereta api per hari.
"Nanti akan dilakukan 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima – Naras (PP), 12 perjalanan KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie – Bandara Internasional Minangkabau (PP) dan 6 perjalanan KA Lembah Anai relasi Padang – Kayu Tanam (PP)," katanya.
Untuk mendukung perjalanan tersebut, pihaknya juga telah memastikan kesiapan operasional dengan dukungan 13 lokomotif, 26 kereta, 2 kereta penolong, serta 3 Trainset KRD.
"Kami juga sudah melakukan pemeriksaan kelaikan sarana bersama Kementerian Perhubungan melalui kegiatan ramp check guna memastikan seluruh sarana dalam kondisi prima sebelum dioperasikan," katanya.
3. Tempatkan AMUS

Untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan seperti longsor, banjir, maupun gangguan keamanan, KAI juga menempatkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS), petugas tambahan seperti Petugas Penjaga Jalur (PPJ) dan personel pengamanan di sejumlah titik yang memerlukan perhatian khusus.
"Selain fokus pada aspek keselamatan dan operasional, kami juga meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, termasuk menjaga kebersihan area stasiun, ruang tunggu, toilet, serta fasilitas di dalam kereta," katanya.
Ia mengungkapkan, pada momen tertentu selama periode Angkutan Lebaran, pihaknya juga menghadirkan layanan tambahan berupa pembagian takjil kepada pelanggan.


















