Sempat Terdampar, Paus yang Nyasar ke Perairan Somor OKI Dilaporkan Mati

- Bangkai paus berada di perairan Somor, ditemukan sudah mati pada Selasa (17/2/2026) sore.
- Warga sempat berupaya menggiring paus ke arah laut lepas setelah terdampar di Sungai Desa Sungai Somor.
- Penemuan paus pertama kali disadari oleh nelayan setempat yang awalnya mengira kayu gelondongan.
Ogan Komering Ilir, IDN Times - Kabar terbaru dari paus yang sempat terdampar di perairan Somor, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) beberapa waktu lalu. Setelah evakuasi sempat tersendat karena perairan dangkal, mamalian laut tersebut ditemukan sudah mati pada Selasa (17/2/2026) sore.
Saat ini bangkai paus masih berada di perairan Somor. Dari beberapa video yang beredar, tampak tiga perahu nelayan mendekati lokasi terakhir paus untuk memastikan hewan berukuran kurang lebih 10 meter tersebut mati.
"Mati nian ikannyo pak. Tenggelam sudah. Dari pagi dikontrol tenggelam. Mati ikannyo," ujar suara warga dalam video yang beredar.
1. Bangkai paus berada di perairan Somor

Camat Cengal, Gatot Holden, mengatakan berdasarkan laporan Kades Sungai Somor, Nedi Kusanti, Selasa kemarin sekitar pukul 16.00 WIB, paus yang terdampar di perairan Somor ditemukan sudah mati dan bangkainya berada di perairan Somor.
Paus tersebut sempat dievakuasi warga menggunakan speedboat agar kembali ke perairan lebih dalam. Namun, setelah tidak lagi terlihat di permukaan, paus tersebut diduga tenggelam.
"Pagi tadi sempat tidak terlihat karena tenggelam oleh air pasang," ujarnya, Rabu (18/2/2026).
2. Warga berupaya menggiring paus ke arah laut lepas

Sebelumnya, masyarakat Desa Sungai Somor bersama pihak Kecamatan Cengal berupaya menggiring hewan yang terdampar di Sungai Desa Sungai Somor kembali ke laut. Saat itu, paus tersebut tidak terlihat lagi di titik awal penemuan setelah kepala paus sempat diarahkan ke laut pasang.
"Air pasang yang terjadi saat malam hari mungkin membawa tubuh paus kembali ke lautan. Namun, sepertinya masih terjebak di perairan dangkal sehingga kemarin kita menerima laporan paus tersebut telah mati," ungkap Camat.
3. Warga sempat mengira kayu gelondongan

Penemuan paus pertama kali disadari oleh nelayan setempat yang tengah mencari ikan seperti biasa pada Minggu (15/2/2026). Namun, mereka melihat benda besar mengapung di tengah sungai dan awalnya mengira kayu gelondongan.
Setelah didekati warga menggunakan perahu ketek, mereka terkejut karena benda tersebut ternyata seekor paus berukuran sangat besar. Kondisinya sudah terdampar dan tidak bisa bergerak karena air sungai dangkal.
Warga bersama perangkat desa sempat mencoba menarik paus menggunakan dua unit speedboat. Namun, upaya tersebut gagal karena mesin tidak cukup kuat dan paus kembali terdampar di bibir Pantai Muara Sungai Somor. Pemerintah daerah terus berupaya menjalin komunikasi dengan petugas di lapangan untuk menentukan metode evakuasi yang lebih efektif.


















