Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Selama Ramadan, Penumpang LRT Boleh Berbuka Makanan Ringan di Gerbong

Lrt Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Lrt Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya sih...
  • Penumpang LRT diizinkan berbuka puasa dengan makanan ringan dan minuman selama Ramadan.
  • Layanan LRT Sumsel tetap normal selama Ramadan, dengan 94 perjalanan setiap hari dan headway 18 menit.
  • Jumlah penumpang LRT Sumsel hingga pertengahan Februari 2026 mencapai 571.837 orang, dengan stasiun Asrama Haji menjadi stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre III Palembang memberikan kelonggaran aturan penumpang dalam perjalanan Light Rail Transit (LRT) selama Ramadan. Penumpang saat waktu jam berbuka bakal diperbolehkan untuk menyantap makanan ringan dan minuman untuk membatalkan puasa.

"Saat waktu berbuka puasa, penumpang boleh makan dan minum di dalam LRT, tetapi kami batasi hanya untuk makanan ringan serta minuman dalam botol atau tumbler." ungkap Manajer Humas PT KAI, Aida Suryanti, Selasa (17/2/2026).

1. Saat hari biasa penumpang dilarang konsumsi makan dan minum dalam LRT

Penumpang LRT Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Penumpang LRT Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Aida, kebijakan tersebut diberlakukan sebagai bentuk toleransi untuk menghormati penumpang yang menjalankan ibadah puasa. Ia menjelaskan, pada hari biasa penumpang dilarang makan dan minum di dalam LRT demi menjaga kebersihan serta kenyamanan bersama.

"Kami memberikan toleransi bagi penumpang yang masih berada di perjalanan untuk berbuka puasa, mengingat layanan terakhir LRT berangkat pukul 19.01 WIB dari Stasiun DJKA, dan 19.55 WIB dari Stadiun Bandara," jelasnya.

2. Sepanjang 2026 sudah ada 571.837 penumpang

LRT Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
LRT Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Untuk jam operasional selama Ramadan, layanan LRT Sumsel tetap berjalan normal dengan 94 perjalanan setiap hari, mulai pukul 05.06 - 20.43 WIB, dengan jarak antar kedatangan kereta (headway) 18 menit.

Aida mengungkapkan, jumlah penumpang LRT Sumsel hingga pertengahan Februari 2026, terhitung 1 Januari-16 Februari 2026, mencapai 571.837 orang. Rata-rata penumpang harian tercatat sebanyak 12.166 orang. Sementara volume angkutan tertinggi terjadi pada 1 Januari 2026 dengan jumlah 37.461 penumpang dalam sehari.

"Sampai pertengahan Februari 2026, empat stasiun dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Asrama Haji dengan 114.026 penumpang, kemudian Ampera 89.928 penumpang, DJKA 77.108 penumpang, dan Bumi Sriwijaya 65.236 penumpang," beber dia.

3. LRT wujudkan konektivitas menuju bandara

Lrt Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Lrt Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Aida menjelaskan, layanan LRT Sumsel terhubung langsung dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) menjadi bentuk konektivitas antarmoda transportasi. Kehadiran layanan ini memudahkan masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat, sekaligus solusi untuk menghindari kemacetan menuju bandara.

Dirinya mengimbau penumpang yang akan terbang agar mengatur waktu perjalanan dengan baik. Ia menyarankan calon penumpang memilih jadwal keberangkatan LRT minimal tiga jam sebelum jadwal penerbangan, dan menyesuaikan ketentuan waktu check-in masing-masing maskapai.

"Saat ini LRT Sumsel terus bertumbuh sebagai pilihan transportasi massal yang modern. Kami berharap mobilitas masyarakat semakin lancar dan waktu perjalanan dapat dipangkas secara signifikan. PT KAI sebagai operator bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Selama Ramadan, Penumpang LRT Boleh Berbuka Makanan Ringan di Gerbong

17 Feb 2026, 13:09 WIBNews