Orgen Tunggal di OKI Ricuh, Satu Tewas Ditembak dan Satu Kritis

- Perselisihan antara korban dan pelaku terjadi di lapangan voli dekat acara orgen tunggal.
- Pelaku kritis dibawa ke rumah sakit di Palembang, sementara korban meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka.
- Polres OKI masih berada di TKP untuk penyelidikan dan melakukan penangkapan pelaku.
Ogan Komering Ilir, IDN Times - Pesta orgen tunggal di Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, Selasa (17/2/2026) dini hari berubah mencekam. Keributan yang diwarnai aksi penembakan dan penusukan tak terhindarkan.
Imbasnya, mengakibatkan seorang warga Desa Kayuare tewas setelah mengalami luka tembak. Korban bernama Rando (32), yang sebelumnya berada di acara orgen tunggal tersebut dan tewas setelah luka tembak di bagian punggung.
Sementara seorang lagi Agung (25), warga Desa Jerambah Rengas, Kecamatan Tulung Selapan sekarat karena tusukan senjata tajam.
1. Perselisihan antara korban dan pelaku terjadi di lapangan voli dekat acara

Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 02.00 WIB. Terduga pelaku Agung diketahui mengalami luka di bagian kepala diduga akibat sabetan atau tusukan senjata tajam saat keributan berlangsung.
Kepala Desa (Kades) Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan OKI, Paradi mengatakan, perselisihan antara korban dan pelaku terjadi di lapangan voli Desa Pulau Beruang, tak jauh dari balai desa tempat berlangsungnya orgen tunggal.
"Kejadian semalam sekitar jam dua dini hari. Satu meninggal dunia kena tembak dan satu kritis akibat tusukan senjata tajam," ujarnya.
2. Pelaku kritis dibawa ke rumah sakit di Palembang

Paradi menambahkan, kejadian tersebut telah ditangani polisi setempat. Sedangkan korban meninggal dunia sudah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan pelaku yang kritis dirawat ke rumah sakit di Palembang.
"Terkait peristiwa berdarah ini, belum diketahui secara pasti apa motif keributan antara pelaku dan korban," terangnya.
3. Polres OKI masih berada di TKP untuk penyelidikan

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya bersama jajaran masih berada di lokasi untuk penyelidikan dan melakukan penangkapan pelaku.
"Mohon doanya, anggota lagi perjalanan ke lokasi untuk menangkap pelaku. Untuk motif dan perkembangan kasusnya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut," ungkapnya.


















