Scroll HP Terus Tanpa Henti? Ini Fakta Ilmiah dan Alasan di Baliknya

- Kebiasaan mengecek handphone berulang kali dipicu oleh efek dopamin dari notifikasi yang membuat otak mengasosiasikan ponsel sebagai sumber kesenangan.
- Indonesia termasuk pengguna handphone paling aktif di dunia karena ponsel kini menjadi alat utama untuk komunikasi, hiburan, pekerjaan, dan transaksi harian.
- Paparan layar berlebih berdampak pada kesehatan mental dan pola hidup, seperti gangguan tidur serta menurunnya kemampuan bersosialisasi akibat kebiasaan mindless scrolling dan FOMO.
Palembang, IDN Times - Kebiasaan mengecek handphone kini bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian yang sulit dilepaskan. Bahkan, banyak orang tanpa sadar membuka ponsel puluhan kali dalam sehari.
Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan biasa. Data menunjukkan, tingkat ketergantungan masyarakat terhadap handphone semakin tinggi, termasuk di Indonesia.
Dikutip dari website Kemenkes, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, banyak anak-anak yang terjebak dalam realitas dunia maya. Salah satu pemicunya adalah tingginya paparan layar atau screen time yang mencapai 7,5 jam per hari.
Berikut IDN Times merangkum kenapa manusia modern menjadi orang-orang yang menghadapi exposure screen time secara berlebihan.
1. Otak ketagihan dopamin dari notifikasi

Salah satu alasan utama orang sulit lepas dari handphone adalah efek zat kimia di otak bernama dopamin.
Setiap notifikasi, baik pesan masuk, like, atau komentar yang memicu rasa senang. Otak kemudian mengasosiasikan handphone sebagai sumber kebahagiaan, sehingga muncul dorongan untuk terus mengeceknya.
Kondisi ini membuat seseorang tanpa sadar melakukan checking habit secara berulang.
2. Indonesia termasuk pengguna paling aktif di dunia

Tingginya penggunaan handphone di Indonesia bukan tanpa alasan. Selain faktor hiburan, ponsel kini menjadi alat utama untuk komunikasi, pekerjaan, hingga transaksi.
Hal ini menunjukkan bahwa handphone sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
3. Desain aplikasi yang membuat ketagihan

Aplikasi seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp dirancang untuk membuat pengguna bertahan selama mungkin. Fitur seperti infinite scroll, autoplay video, dan notifikasi real-time membuat pengguna terus terdorong untuk membuka aplikasi tanpa henti.
Kebiasaan ini sering disebut sebagai mindless scrolling, yakni aktivitas melihat konten tanpa tujuan jelas.
4. Terpengaruh fear of missing out (FOMO)

Faktor psikologis lain adalah Fear of Missing Out, yaitu rasa takut ketinggalan informasi.
Banyak orang merasa harus selalu online agar tidak tertinggal kabar terbaru, baik dari media sosial, pekerjaan, maupun lingkaran pertemanan.
5. Dampak nyata kesehatan mental dan pola hidup

Tingginya screen time mulai berdampak pada kesehatan. Pemerintah bahkan mengingatkan bahwa paparan layar berlebih dapat memicu gangguan mental, menurunkan kualitas tidur, hingga mengganggu kemampuan bersosialisasi.
Penggunaan handphone yang berulang setiap hari membentuk kebiasaan otomatis. Banyak orang secara refleks membuka ponsel saat bangun tidur, menunggu, bahkan sebelum tidur.
Tanpa disadari, handphone telah menjadi “teman” yang selalu ada di setiap situasi.


















