2 Kecamatan di Padang Krisis Air Bersih, Pemkot Bakal Rehab Irigasi

- Pemkot Padang berencana mengalirkan air ke saluran irigasi untuk warga di Kecamatan Kuranji dan Pauh melalui jalur PDAM.
- Upaya terkendala oleh material lumpur yang menutupi saluran irigasi, pembersihan dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Padang dan SDABK Provinsi Sumatera Barat.
- Pihak pemkot telah menurunkan 5 truk tangki untuk memberikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak krisis air bersih.
Padang, IDN Times - Dua Kecamatan di Kota Padang mengalami krisis air sejak dilanda bencana banjir bandang pada akhir November 2025 hingga awal Januari 2026 lalu. Dua Kecamatan yang mengalami krisis air bersih tersebut adalah Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh.
Saat ini, warga di dua kecamatan tersebut hanya mengandalkan air bersih yang disalurkan oleh Pemerintah Kota Padang menggunakan truk tangki dan menampungnya dengan berbagai alat penampung.
1. Apa langkah Pemkot Padang?

Untuk mengatasi krisis air bersih tersebut, Pemerintah Kota Padang berencana akan mengambil langkah strategis agar warga bisa kembali mendapatkan air bersih di setiap rumah.
"Kami berencana mengalirkan air ke saluran irigasi. Saluran irigasi yang menjadi perhatian yakni irigasi Gunung Nago," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Rakyat (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, air yang akan disalurkan tersebut akan dialirkan ke arah kiri dan kanan saluran irigasi tersebut agar bisa sampai di setiap rumah warga melalui jalur PDAM.
2. Terkendala material lumpur

Tri mengatakan, upaya tersebut tentunya tidak akan begitu mudah untuk dilakukan. Pihaknya masih terkendala oleh material longsor yang menutupi saluran irigasi.
"Kita perlu bersihkan lumpur yang memenuhi aliran irigasi itu sebelum air dialirkan nantinya agar air yang sampai ke rumah warga benar-benar bersih," katanya.
Menurutnya, nantinya pembersihan saluran akan dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Padang dan SDABK Provinsi Sumatera Barat menggunakan alat alat berat dan material akan diangkut menggunakan truk.
"Pada saat yang bersamaan, BWS V juga akan memperbaiki intake salurannya," katanya.
3. Siapkan 5 truk tangki

Menunggu hingga penanganan tersebut selesai, Tri mengatakan, pihaknya telah menurunkan lima unit truk tangki untuk menyalurkan air bersih kepada masyarakat.
"Truk tangki itu dibantu oleh Balai Cipta Karya (BPBPK) dan ada juga 30 HU dengan pengambilan air di daerah Limau Manis dengan bantuan pompa dari BWS V," katanya.
Ia berharap, dengan upaya yang dilakukan tersebut bisa membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih dan bisa mengatasi permasalahan pascabencana.















