Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Paskibraka Provinsi Sumsel: Pelatih Ungkap Tantangan Membina Gen Z
Pelatih siswa Paskibraka Sumsel, Ipda Muhammad Mutasor (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Pelatih Paskibraka Sumsel membina sikap, disiplin, fisik, mental, dan kerohanian 50 siswa dari 17 kabupaten/kota untuk tugas upacara HUT ke-81 RI.
  • Karakter mayoritas peserta Generasi Z dan adaptasi terhadap latihan intensif menjadi tantangan; formasi belum ditetapkan karena pelatih memantau perkembangan fisik serta mental.
  • Sebanyak 52 siswa lolos seleksi berlapis, terdiri dari 26 putra dan 26 putri; 50 untuk provinsi, dua dipersiapkan ke tingkat nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Membina anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tidak hanya soal melatih gerakan baris-berbaris. Pelatih juga harus membentuk sikap, kedisiplinan, hingga mental 50 siswa yang berasal dari 17 kabupaten/kota di Sumatra Selatan (Sumsel).

Pelatih siswa Paskibraka Sumsel, Ipda Muhammad Mutasor, mengatakan karakter peserta yang mayoritas berasal dari generasi Z menjadi salah satu tantangan dalam proses pembinaan.

"Anak sekarang zaman Gen Z kan beda. Kita mencoba melatih attitude mereka. Kedua, fisik itu penting karena harus dilakukan," ungkap Mutasor kepada IDN Times, Jumat (14/8/2026).

1. Berharap siswa mampu gali potensi diri

Kelompok Paskibraka Provinsi Sumsel dalam persiapan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Mutasor menjelaskan, pembinaan tidak hanya diarahkan pada kemampuan fisik, tetapi juga sikap dan karakter agar para siswa siap menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Selain itu, aspek mental dan kerohanian turut diperkuat untuk membangun kedisiplinan serta rasa tanggung jawab peserta selama mengikuti proses pembentukan.

"Kita berharap mereka mampu menggali jati diri untuk tampil secara maksimal selama pembinaan di paskibra ini," jelasnya.

2. Formasi tunggu kesiapan mental

Kelompok Paskibraka Provinsi Sumsel dalam persiapan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Tantangan pembinaan juga muncul ketika peserta baru pertama kali mengikuti rangkaian latihan secara intensif. Sebagian siswa disebut masih harus beradaptasi dengan pola kehidupan dan kegiatan yang lebih teratur.

"Namanya anak-anak baru datang. Ada yang kurang sehat. Biasanya berleha-leha, di sini terprogram pembinaan fisik dan kerohanian," ujarnya.

Mutasor mengatakan proses pembentukan mental peserta masih terus berjalan. Bahkan, formasi Paskibraka hingga kini belum sepenuhnya ditetapkan karena pelatih masih melihat perkembangan kondisi fisik dan mental masing-masing siswa.

"Formasi masih bongkar pasang, belum dapat diputuskan karena kita melihat kondisi fisik dan mental anak-anak," katanya.

3. Para siswa jalani seleksi panjang

Kelompok Paskibraka Provinsi Sumsel dalam persiapan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Dirinya menambahkan, pembentukan mental menjadi bagian penting karena kondisi psikologis peserta dapat berubah selama menjalani latihan hingga hari pelaksanaan.

"Karena membentuk mental, ini akan naik dan turun sampai hari H. Kemarin kita turunkan mentalnya supaya ilmu yang kami masukkan bisa masuk," ujar Mutasor.

Sebanyak 52 siswa tersebut sebelumnya lolos seleksi yang dilakukan di 17 kabupaten/kota di Sumsel. Mereka terdiri dari 26 putra dan 26 putri, dengan 50 peserta untuk tingkat provinsi dan dua peserta yang dipersiapkan untuk tingkat nasional.

Seleksi peserta meliputi sejumlah tahapan, di antaranya wawasan kebangsaan, tes intelegensi umum, tes wawasan kebangsaan, pemeriksaan kesehatan, postur, wawancara, serta penilaian bakat dan kemampuan masing-masing peserta.

Curated For You

Editorial Team

Related Article